BannerDepan

Kunker, Wa Ode Nur Zaenab Malah Kaget Lihat Pasar Wua-wua Seperti Pasar Hantu

Kendari, Sultrapost.ID – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Wa Ode Nur Zaenab mengaku terkejut saat melihat kondisi sebenarnya pasar sentral wua-wua, Kota Kendari.

Pasalnya, pasar sentral yang dibangun dengan menggunakan anggaran kurang lebih Rp 67 Miliar, itu tidak seperti pasar sentral biasanya, melainkan seperti pasar hantu.

“Dari sekitar 600 lods yang ada, hanya sekitar 30 saja yang terisi atau kurang dari 10 persennya saja yang ditempati,” ungkapnya saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) di pasar sentral Wua-wua, Jumat 15 Februari 2019.

Wa Ode Nur Zaenab saat berkeliling mengitari lods di pasar Wua-wua

Kata dia, sejak dirinya dilantik mengantikan Hj Tina Nur Alam sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW), ia sudah mengetahui terkait persoalan relokasi pedagang pasar panjang ke pasar sentral Wua-wua. Namun ketika dirinya berkunjung ke pasar sentral itu, pasar tersebut seakan tidak berfungsi dengan baik, banyak lods yang tidak dipergunakan oleh para pedagang.

Hal ini disebabkan, lanjut Wa Ode Nur Zaenab, kebanyakan para pedagang lainnya memilih tetap berjualan di Pasar Panjang yang notabanenya merupakan pasar yang bersifat sementara.

“Ratusan pedagang masih bertahan berjualan di lokasi Pasar Panjang. Di sisi lain, dengan masih beraktivitasnya Pasar Panjang membuat para pedagang Pasar Sentral Wuawua sepi pembeli. Nah inilah yang menjadi tujuan Kunker saya, untuk mengetahui persoalan relokasi pedagang Pasar Panjang ke Pasar Sentral Wua-wua yang tak kunjung selesai,” ucapnya.

Sehingga itu ia menganggap pasar sentral Wua-wua seperti pasar hantu.

“Saran saya untuk pemerintah, Wali Kota turunlah kemari lihat ini pasar, lihat betapa pasar ini menjadi Pasar Hantu, karena saking sepinya, saya kalau datang ke lantai dua sendirian pasti takut, sepi sekali kios-kios di sini, yang operasi tidak sampai 10 eprsen,” tutupnya.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.