BannerDepan

Lagi Kapus Kabaena Timur Diduga Alihkan Dana Kapitasi BPJS Seenaknya

Bombana, Sultrapost.id – Polemik pengelolaan dana kapitasi BPJS di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kabaena Timur, seakan tak ada hentinya. Zamadi yang dipercayakan sebagai Kepala Puskesmas (Kapus) menggantikan Toni Budianto, karena dianggap salah dalam mengelola duit negara itu, malah diduga melakukan hal yang serupa.

Zamadi juga diketahui mengalihkan dana kapitasi BPJS yang diperuntukan kepada petugas medis, untuk membiayai persiapan akreditasi puskesmas. Ironisnya, dana tersebut digunakannya tanpa melalui kesepakatan bersama dengan penerima hak dana.

Hal tersebut dibeberkan AT, salah satu stafnya. Diungkapnnya, honor yang dibayarkan melalui dana kapitasi BPJS selama Bulan September sampai November seharusnya sudah dibayarkan kepada petugas medis. Akan tetapi dana tersebut malah dialihkan Zamadi untuk membiayai persiapan akreditasi puskesmas.

“Setahu saya dana kapitasi BPJS itu kan adalah dana jasa atau pengguna pelayanan yang diperuntukan kepada pelaku atau petugas puskesmas, yang pengaturan pengembaliannya itu diatur dalam Permenkes 75. Nah dari september sampai november dana itu dipakai tanpa ada rapat atau pembicaraan secara formal ditingkat puskesmas,” ungkapnya.

Meski diakuinya, untuk melakukan pembenahan menghadapi akreditasi puskesmas membutuhkan anggaran. Akan tetapi penggunaan dana kapitasi BPJS seharusnya disepakati bersama para penerima hak melalui rapat.

“Memang banyak hal-hal yang perlu kita benahi menghadapi akreditasi. Tapi kan pemakian dana itu harus kita sepakati bersama. Sedangkan ini digunakan begitu saja, kita baru tahu setelah bendahara ditanya ini pakai uang apa, bendahara bipang BPJS,” ujar AT.

Disebutkannya, dari September hingga November, dana kapitasi BPJS yang digunakan begitu saja oleh Kapus Kabaena Timur, kurang lebih sebesar Rp. 58 Juta. Dimana tiap bulannya dana yang dipakai kurang lebih Rp. 20 Juta.

“Dirapat kemarin saya sempat pertanyakan. Tapi tidak direspon oleh Kapus,” tutupnya.

Sementara itu Kapus Kabaena Timur, Zamadi yang juga dikonfirmasi melalui telepon selulernya membantah hal tersebut. Kata dia, penggunaan dana kapitasi BPJS untuk membiayai persiapan akreditasi telah disepakati bersama dalam rapat.

“Sudah dirapatkan sama teman-teman dari kemarin, sebelum saya dan sesudah saya juga sudah dirapatkan. Adapun yang mengatakan seperti itu, memang orang-orang yang tidak hadir saat rapat, ” ucapnya.

Anehnya, saat ditanya jumlah dana kapitasi BPJS yang sudah digunakannya untuk membiayai persiapan akreditasi itu, Zamadi mengaku belum mengetahui. Padahal pemakain dana tersebut harus melalui persetejuan Kapus agar dana itu dapat dicairkan oleh bendahara BPJS yang ada di Puskesmas.

“Kalau itu saya belum tahu berapa jumlahnya. Tapi saya sudah minta rinciannya sama bendahara,” pungkasnya.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.