Lakukan Penyegaran, Pemkab Bombana Roling dan Kukuhkan Sembilan Pejabat Eselon II

Bombana, Sultrapost.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana kembali melakukan penyegaran jabatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Jumat 23 Agustus 2019.

Penyegaran ini dilakukan dengan meroling dan mengukuhkan kembali sembilan pejabat eselon II, yang terdiri dari Kepala OPD. Dimana enam pejabat bergeser dan tiga lainnya dikukuhkan kembali, seperti Kepala Dinas PU dan Tata Ruang, Man Arfa bergeser menjadi kepala Inspektorat Kabupaten Bombana.

Sementara kepala inspektorat lama, Mohamad Subur dipercaya sebagai Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker). Sitti Sapiah yang sebelumnya menjabat sebagai Kadis Lingkungan Hidup digeser menjadi Kepala pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Sedangkan Kadis Pemberdayaan perempuan dan anak, Abdul Rahman dipindahkan menjadi Asisten I bidang pemerintahan di Sekretariat Bombana.

Mahyuddin, yang sebelumnya Asisten I, bergeser menjadi sekretaris DPRD (Sekwan) Bombana menggatikan posisi Alimuddin yang dipercaya mengisi jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bombana.

Sedangkan untuk tiga pejabat lainnya yang kembali dikukuhkan jabatannya yakni, Sunandar sebagai Kepala dinas Kesehatan, Janariah sebagai kepala dinas pariwisata, pemuda dan olah raga serta muhamad Aris sebagai Asisten II sekretariat Bombana.

Mereka dilantik dan diambil sumpahnya oleh Sekretaris Daerah (Sekda) H. Burhanuddin HS Noy yang mewakili Bupati Bombana H. Tafdil, di aula Sekretariat Bombana, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Bombana nomor 428 Dan 429 tahun 2019 yang diteken tanggal 22 Agustus 2019.

Dalam sambutannya, Burhanuddin HS Noy mengatakan pelantikan kali hanya pergeseran saja. Semua adalah pejabat lama yang sekedar dirotasi.

“Tidak ada wajah baru, semua adalah jendral lama. Ada yang hanya bergeser, sementara lainnya cuma dikukuhkan kembali jabatannya,” paparnya.

Meski begitu, mantan kadis perhubungan Sultra ini mewanti agar pejabat yang baru dilantik lekas beradaptasi serta menunjukan kinerja maksimal, ditempat tugasnya masing masing.

“Kita akan terus evaluasi. Jadi saya harap tunjukanlah kinerja yang baik,” tandasnya.

Burhanuddin juga menegaskan bahwa pelantikan digelar usai mengantongi Izin dari Komisi aparatur Sipil Negara (KASN).

“Jangan lagi ada ungkapan bahwa tidak prosedural. Saya tegaskan bahwa pelantikan ini sangat prosedural. Kami dapat tiga rekomondasi dari KASN. Pertama, mulai pernintaan pergeseran, lalu Job fit, hingga proses pelantikan,” jelasnya.

Sementara ditanya terkait siapa posisi jabatan PU yang ditinggalkan Man Arfa? Burhanuddin mengatakan, posisi itu akan dijabat oleh seorang Pelaksana tugas.

“Orangnya sudah kami usulkan, tinggal menunggu rekomendasi saja,” tukasnya.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.