LEMPETA Konut Beberkan Berbagai Dugaan Kejahatan Pertambangan PT Antam

Konut, Sultrapost.ID – Keberadaan PT Aneka Tambang (Antam) di Kabupate Konawe Utara (Konut) terus menuai sorotan. Bagaimana tidak, perusahan milik negara itu di duga melakukan berbagai pelanggaran pertambangan.

Hal itu terkuak setelah LSM Lembaga Pemerhati Pertambangan (LEMPETA) Konut membeberkan berbagai dugaan kejahatan yang dilakukan PT Antam.

Ketua LSM LEMPETA, Ari saat di konfirmasi melalui via Whatsapp-nya, Jumat 1 November 2019 menyebutkan ada beberapa kejahatan diantaranya, SK IUP milik PT Antam bernomor 15/11 Januari tahun 2010 seluas 6.132 ha, tidak memiliki dokumen AMDAL. Karena IUP tersebut cacat demi hukum.

Tetapi pada Bulan Juli, perusahan melayangkan surat permohonan izin lingkungan dan TPS-LB3 ke pihak DLH Konut, namun secara tehnis PT Antam tidak dapat menunjukkan dokumen lampiran sebagai syarat mutlak untuk pemberian izin yg di maksud.

“Dan parah nya Antam mendesak (melobi) untuk di keluarkan dengan model izin lingkungan atas nama PT SJS termasuk TPS LB3 terbit di luar areal iup Antam. untung saja ini tidak terealisasi, karena ada nya surat somasi di layangkan LSM palhi ke DLH konut,” ungkapnya.

Begitu juga dengan dugaan penambangan di kawasan hutan lindung. Dan hal tersebut di akui pula oleh dari pihak PT Antam.

“Pengakuan ini lahir dari pihak Antam sendiri dengan modus dan trik melaporkan serta menggugat PTUN kades Tapunopaka atas penerbitan SKAT di atas kawasan hutan,” ujarnya.

Lanjutnya, selain itu pengesahan RKAB PT Antam tidak di lakukan secara tehnis oleh ESDM Sultra. Pengesahannya yang di lakukan oleh pusat kepada PT Antam terkesan hanya menggugurkan kewajiban.

“IUP Antam, IUP biasa-biasa bukan kontrak karya (KK) ataupun izin usaha pertambangan khusus (IUPK). Parahnya lagi pada Bulan Juni hingga November PT Antam telah melakukan penjualan dalam bentuk ekspor sebanyak 3 kapal (Modher vessel) dengan menggunakan kuota ekspor Pomalaa. Di duga kuat menjual dengan kadar 1,7 ke atas. Sementra pajaknya masuk ke Pemda Kolaka bukan Konut,” ucapnya.

Lebih lanjut Ari mengatakan, apa yang yang dibeberkannya hanyalah sebagian kecil dari berbagai dugaan kejahatan pertambangan yang dilakukan PT Antam. Masih banyak lagi, diantaranya dugaan kejahatan korporasi yang terstruktur.

Sementara itu, pihak PT Antam yang coba di konfirmasi melalui Humasnya, Dedi belum memberikan keterangan terkait berbagai dugaan kejahatan yang dibeberkan LEMPETA Konut.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.