Lima Lembaga Tagih Janji Gubernur Soal Kewajiban Perusahaan Tambang Berkantor Pusat di Sultra

Kendari, Sultrapost.ID – Tahun 2018 lalu Gubernur Sultra H. Ali Mazi, pernah menyatakan dengan tegas mewajibkan perusahaan tambang untuk membangun kantor pusat di daerah, khususnya Kota Kendari.

Ucapan orang nomor satu di Sultra itu pun mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra, kala itu. Bahkan DPRD berharap Gubernur segera menerbitkan Pergub terkait kewajiban tersebut.

Sayangnya hal tersebut justru memantik reaksi lima pimpinan lembaga di Sultra, yakni Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH) Sultra, Gerakan Mahasiswa Konsel Menginspirasi (GMKM), Pemuda LIRA Sultra, Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia Sulawesi Tenggara (HIMAPINDO Sultra) dan Jaringan Advokasi Masyarakat Indonesia Sulawesi Tenggara (JAMINDO Sultra).

Kelimanya menilai apa yang di sampaikan oleh Gubernur hanya janji manis belaka, sebab hingga kini tak kunjung terealisasi.

Direktur AMPUH Sultra, Hendro Nilopo mengatakan Sultra merupakan salah satu daerah dengan Sumber Daya Alam yang melimpah, baik di sektor pertambangan. Maka tak heran ketika banyaknya investor yang kemudian hadir untuk berinvestasi di Sultra ini.

“Seharusnya Gubernur segera mengeluarkan Pergub, jangan hanya janji manis. Karena akan lebih baik ketika semua perusahaan yang melakukan investasi jangka panjang di Sultra kemudian membangun kantor pusatnya di Sultra juga,” ungkapnya, Senin 2 Maret 2020.

Sementara itu menurut Pemuda LIRA Sultra, Muh. Apriadin juga mengatakan dengan berkantornya para investor tambang di Bumi Anoa, tentunya akan meningkatkan perputaran roda ekonomi yang ada di Sultra.

“Yang jadi ketakutan kami, jangan sampai para investor ini tidak ingin membuat kantor di Sultra, jangan sampai mereka tidak memiliki IUP pertambangan,” ujarnya.

Hal senada juga di ungkapkan Ketua GMKM, Rendi Tabara. Untuk itu dirinya berharap Gubernur Sultra dapat mengambil sikap, agar para investor yang melakukan investasi di Sultra membangun kantor.

“Apa yang di ucapkan Gubernur tahun lalu sebenarnya kami sangat dukung. Tetapi sampai hari ini justru hanya semacam angin lalu saja,” ucapnya.

Korwil HIMAPINDO Sultra, Ahmad Zainul menyebutkan bahwa dari semua IUP Pertambangan baik Nikel maupun Emas yang ada, hanya kurang lebih 20 persen saja perusahan tambang yang berkantor di Sultra.

“Itu saja hanya mengontrak saja. Tidak ada yang membangun. Padahal ketika perusahan tambang membangun kantor di Sultra, tentu akan berdampak positif bagi masyarakat lokal, setidaknya akan mengurangi angka pengangguran,” ucapnya.

Ketua Umum JAMINDO, Muh. Gilang Anugrah menambahkan bahwa ia bersama empat lembaga lainnya telah sepakat untuk kembali menagih janji yang pernah di sampaikan Gubernur Sultra.

“Mungkin beliau lupa soal janjinya itu, jadi kami coba ingatkan. Apa lagi sepengetahuan kami kan Pak Ali Mazi ini agak pelupa. Padahal kami sangat mendukung rencana Gubernur. Maka dari itu kami akan mengingatkan kembali beliau,” tutupnya.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.