BannerDepan

LINK Sultra Beberkan Sepak Terjang PT BMI Terkait Dugaan Ilegal Mining di Konut

Kendari, Sultrapost.ID – Sepak terjang PT Bintang Mining Indonesia (BMI) dalam dugaan ilegal mining di Kabupaten Konawe Utara (Konut) rupanya sudah berlangsung lama.

Direktur Lingkar Kajian Kehutanan (LINK) Sultra, Andriansyah Husen mengatakan sekitar tahun <span;>2021 PT BMI diduga pernah melakukan penambangan ilegal di lahan Eks PT Sriwijaya dan PT Sangia Perkasa Raya (SPR) di Blok Mandiodo, Konut.

“Perusahaan milik IK itu pernah melakuan pengapalan dan bahkan juga sempat membangun Jetty,” ungkapnya, Senin 24 Juli 2023.

Lanjutnya, setelah di Blok Mandiodo, PT BMI juga diduga pernah menggarap kawasan hutan lindung tanpa Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang sekarang berubah menjadi Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) di Block Morombo, Kecamatan Langgikima.

“Anehnya perusahaan tersebut sama sekali tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum,” ujarnya.

Saat ini PT BMI diduga tetap eksis melakukan dugaan penambangan ilegal di lahan Eks PT EKU II di Desa Sari Mukti, Kecamatan Langgikima yang juga merupakan WIUP PT Antam Tbk.

“Mereka bahkan sudah melakukan pengapalan beberapa bulan yang lalu dengan menggunakan Jetty masyarakat,” ucapnya.

Untuk itu Andriansyah Husen meminta Kejati Sultra agar fokus terhadap puluhan  perusahan-perusahaan tambang termaksuk PT BMI yang disinyalir terlibat dalam pusaran kasus Korupsi PT Antam.

“Kejati seharusnya tidak hanya fokus kepada PT Antam, PT LAM dan KKP saja,  sementara ada puluhan perusahaan termasuk PT BMI yang diduga ikut berperan dalam kasus dugaan korupsi tersebut. Dalam waktu dekat kami akan bertandang ke Kejati untuk mendesak mereka agar segera menangkap PT BMI dan perusahaan lainnya,” tutupnya.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.