BannerDepan

LINK Sultra Tantang PT Hoffmen Tunjukan IUP-nya

 

Kendari, Sultrapost.ID – Ketua Lingkar Kajian Kehutanan (LINK) Sultra, Muh Andriansyah Husen menantang PT PT Hoffmen Energi Perkasa (HEP) menunjukan bukti kepemilikan Izin Usaha Pertambangan (IUP) galin C miliknya.

Tantangan tersebut disampaikannya, menyusul pernyataan Manajer Operasional (MO), perusahan tambang batu tersebut, Muksin di beberapa media online yang mengaku jika PT HEP memiliki IUP.

“Kami bicara bukan tanpa dasar, dasar kami ada. Justru apa yang di sampaikan Muksin dengan menuduh kami asal bicara itu keliru. Jika benar mereka mengaku memiliki IUP coba tunjukan ke pada kami,” tegas Muh Andriansyah Husen, Selasa 5 September 2022.

Mantan Sekjen SYLVA Indonesia itu mengatakan, perpanjangan IUP PT HEP telah di cabut oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia.

 

Berita acara pencabutan IUP PT Hoffmen Energi Perkasa.

“Yang pastinya kenapa IUP-nya di cabut karena ada kesalahan fatal yang di duga di lakukan perusahaan,” bebernya.

Lanjut, mengenai persoalan reklamasi pihaknya juga menduga PT HEP sudah melakukan reklamasi kecil kecilan di sekitaran pinggiran pantai samping IUP pencadangan nya tanpa izin.

“Kalau ini terjadi, bisa saja itu ekspansi sampai ke pulau kecil. Ini belum kami bicara persoalan dugaan kerugian lingkungan yang di timbulkan oleh PT HEP. Jadi kami menyarankan pak Muksin untuk tidak berbicara sembarang yang bersifat keliru sampai bahas aturan lah. Kami tanya aturan apa yang membenarkan tetap lakukan aktivitas meski IUP Produksi dicabut,” ucapnya.

Muh Andriansyah Husen juga mengatakan jika tahun 2017 lalu pimpinan PT HEP sempat di periksa sebgai saksi oleh Polda Sultra, terkait penambangan di luar IUP.

“Ini juga kami akan kejar, sampai di tetapkan sebagai tersangka. Terakhir, yang pastinya saya sebagai Ketua LINK Sultra siap mempertanggung jawabkan dengan data yang kami punya, kami siap kapanpun untuk tunjukan semua data, kalau perlu siapkan tempat, kami pasti datang,” tutupnya.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.