LP3D Sultra Minta DPRD Provinsi Bijak Dalam Menanggapi Dugaan Penyerobotan Lahan PT REI

Kendari, Sultrapost.ID – Ketua Lembaga Pemerhati dan Pemantau Pembangunan Desa (LP3D) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sarman meminta kepada pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sultra, agar bijak dalam menilai persoalan dugaan penyerobotan lahan yang di sematkan kepada PT. Rohul Energi Indonesia (REI).

“DPRD harus lebih bijak dalam menilai persoalan tersebut. Sebab dugaan penyerobotan lahan yang disampaikan oleh teman LKPD Sultra menurut saya tidak benar,” ungkapnya, Kamis 14 Januari 2021.

Kata dia, meski lahan yang diklaim telah diserobot oleh perusahaan telah memiliki Surat Keterangan Tanah (SKT), namun dokumen kepemilikan itu harusnya dikembalikan terlebih dahulu ke Pemerintah Desa (Pemdes) setempat untuk memastikan kebenarannya.

“Sebisa mungkin dikembalikan ke Pemdes yang bertanda tangan saat itu. Dan oknum yang bertanda tangan di SKT itu juga harus di panggil serta Pemdes setempat yang sekarang,” ujarnya.

Karena menurut Sarman, sejak awal masuknya perusahaan tambang itu di Kecamatan Kabaena Temgah, baik empat rumpun pemilik lahan maupun warga dan pemerintah serta perusahaan telah bersepakat bahwa tidak ada lagi persoalan mengenai lahan.

“2017 yang lalu telah disepakati 4 ketua rumpun dengan masyarakat dan perusahaan. Dari kesepakatan tersebut tidak ada lagi persoalan mengenai lahan. Pemberian kompensasi kepada warga sudah ditunaikan selama tiga tahun ini. Bahkan kedua tokoh orang tua adat sepakati bahwa lokasi yang ada dalam PT. REI itu adalah milik masyarakat banyak, tidak ada yang memiliki secara pribadi atau kelompok. Makanya saya heran tiba ada penyerobotan. Lahan yang mana diserobot,” kata Sarman.

Selain DPRD Provinsi, Sarman juga mneghimbau kepada LKPD Sultra agar dapat mengevaluasi dengan baik data yang diterima.

“Jangan sampai datanya tidak akurat. Atau malah lahan yang dimaksud itu, masuk dalam kawasan hutan produksi atau hutan lindung,” tutupnya.

Laporan : Aidil

KendariLP3D SultraPT REISarman
Comments (0)
Add Comment