Maju Calon Ketua KADIN, Fajar Hasan Bakal Dorong Investasi yang Memihak Kepada Daerah

 

Kendari, Sultrapost.ID – Muh. Fajar Hasan akan mendorong Investasi yang memihak kepada daerah dan menjadikan pengusaha lokal sebagai pemeran utama jika ia nantinya dipercaya menahkodai Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Sultra.

“KADIN dibentuk melalui undang-undang (UU) nomor 1 Tahun 1987, sejarah dan ikhtiar pembentukannya adalah untuk menjembatani kepentingan pengusaha Indonesia dan pengusaha asing dengan pemerintah Indonesia. Secara organisasi KADIN ini merupakan wadah pengusaha dan inkubator bisnis,” unkapnya, Minggu 20 Desember 2020.

Kata dia, sultra saat ini menjadi salah satu daerah tujuan investasi prioritas di kawasan Timur Indonesia, sehingga itu KADIN harus menjadi pemeran utama serta jembatan antara pemerintah dengan pengusaha dan masyarakat lokal dalam investasi.

“Saya amati, peran strategis ini belum maksimal diperankan oleh KADIN Sultra sebagai akselelator lintas sektor. Sementara dekade ini arus modal ke sultra baik PMA maupun PMN sagat deras. Nah posisi KADIN harus memastikan investasi tersebut berwatak lokalisme atau memihaki kepentingan daerah,” ujarnya.

Menurut mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Halu Oleo ini pengusaha lokal haruslah berdaya saing dan tidak boleh tertatih dalam mengahadapi arus modal yang sangat deras, sehingga itu strategi dan peran KADIN harus lebih maksimal lagi dalam menjembatani kepentingan pengusaha terhadap investasi, pemerintah dan perbankan.

“Pengusaha lokal kita tidak boleh menjaga jarak, harus aktif dan menjadi bagian atau inner circle investasi, tentu saja dengan kepentingan ideologis mempercepat pembangunan ekonomi Sultra,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk merespons dinamika dunia usaha yang begitu cepat, maka Kadin Sultra harus lebih progresif lagi.

“Misalnya digitalisasi data pengusaha lokal, membangun mutual strategis antara pengusaha dan dunia perbankan, serta menempatkan sektor UMKM menjadi link sektor atau terkoneksi dengn investasi,” bebernya

Lebih lanjut CEO beberapa IUP ini mengatakan, kedepannya secara reguler KADIN Sultra akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, serta menjadikan KADIN Kabupaten/Kota sebagai lumbung informasi dunia usaha dan mitra strategis pemerintah daerah. Kadin ini anak kandung pemerintah, tidak boleh menjaga jarak dengan kekuasaan.

“Pada tingkat tertentu, idealnya setiap kunjungan kepala daerah ke luar negeri, wajib mengikutsertakan perwakilan KADIN selaku organisasi penting dunia usaha, karena secara kelembagaan berjejaring dengan KADIN di seluruh dunia. Bersama-sama pemerintah daerah mempromosikan potensi investasi di daerah. Contoh, Presiden Jokowi ketika menghadiri Forum Ekonomi Multilateral pasti menyertakan perwakilan Kadin Pusat,” tutupnya.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.