BannerDepan

Masyarakat di Konawe Jadi Korban Akibat Aktivitas Hauling PT WIKA

Konawe, Sultrapost.ID – Aktivitas hauling PT Wijaya Karya (WIKA) di Kabupaten Konawe, kini menjadi sorotan. Pasalnya, jalan poros Motaha-Lambuya yang digunakan oleh perusahaan untuk mengangkut material batu, menyebabkan masyarakat dibeberapa kecamatan yang dilaluinya terkena dampak negatif.

Rabil, salah satu pemuda di Kecamatan Puriala menyebutkan jika aktivitas PT WIKA menimbulkan konflik horizontal, merusak Jalan Poros Motoha – Lambuya hingga meresahkan pengguna jalan secara umum.

“Ini dikarenakan proses hauling yang tidak sesuai standar operasional,” ungkapnya, Rabu 15 November 2023.

Tak hanaya itu, lanjutnya, PT WIKA juga merupakan perusahaan yang tidak taat dengan aturan. Sebab, berita acara hasil peninjauan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum serta beberapa instansi terkait tidak diindahkan.

“Polda Sultra, Dishub Sultra, BPJN Sultra, SDA dan Bina Marga Sultra, BPTD Kelas II Sultra serta Dishub Konawe, Satlantas Polres Konawe dan Dandenpom XIV/3 Kendari itu sudah pernah melakukan peninjauan berdasarkan nomor surat 000.1.5/687,” ucapnya.

Hasilnya, PT WIKA di minta untuk melakukan pengaturan frekuensi kendaraan dalam pemuatan material untuk tidak konvoi dan minimal 15 menit jarak antara setiap kendaraan, menghentikan penggunaan kendaraan yang over dimensi dan over load, sesuai dengan instruksi menteri PUPR NO 2 tahun 2022. Kemudian, timbangan kendaraan untuk di posisikan di tempat pengambilan material bukan di kantor atau di tempat pengerjaan bendungan dan perusahaan juga harus memberikan jaminan terlebih dahulu terkait pemanfaatan badan bagian bagian jalan.

“PT WIKA tidak menaati peraturan tersebut dan masi masifnya aktivitas hauling di wilayah kecamatan puriala, kurang lebih  24 jam full. Saya menduga adanya permainan kelas elit di dalamnya, yang di mana Kapolsek dan Camat Puriala tidak berdaya dengan problem yang terjadi di wilayahnya,” ujarnya.

Untuk kata Rabil, pihaknya akan mengambil langkah tegas dengan  melakukan pemberhentian secara paksa baik alat berat yang sedang beroperasi di lahan pengambilan batu dan mobil yang sedang melakukan aktivitas hauling di Jalan Poros Motaha-Lambuya.

“Secepatnya saya akan melakukan pemboikotan Jalan Poros Motoha – Lambuya. Sebab, masyarakat sudah banyak yang mengelu tentang kebisingan dan debu yang di produksi oleh mobil mobil hauling PT WIKA. Saya juga akan mengaduhkan kasus ini ke DPRD Sultra,” tutupnya.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.