BannerDepan

Oknum Perwira Polisi di Polda Sultra Inisial GZL Diduga Gelapkan Mobil Milik Warga

 

Kendari, Sultrapost.ID – Salah seorang oknum kepolisian berinisial GZL berpangkat perwira menengah (Pamen) di Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) di duga menggelapkan satu unit mobil milik warga di Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

Korban Saliha membeberkan, modus yang dilakukan dengan cara menyewa mobil dalam waktu satu Minggu hingga satu Bulan. Selang beberapa Bulan kemudian, GZL yang ditanya soal keberadaan kendaraan yang disewanya tersebut mulai mencari cari alasan.

“Jadi pertama, GZL ini sewa mobil, namun selang beberapa Bulan pembayarannya mulai kandas, Saat itu saya menanyakan dimana mobilnya, biar di kembalikan saja karena sewa sudah tidak beres. Tapi GZL ini suka cari-cari alasan bahkan sampai sekarang mobil saya sudah tidak di tahu dimana keberadaannya,” ungkapnya, Senin 24 Oktober 2022.

Saliha mengaku telah melaporkan GZL ke Propam Polda Sultra, akan tetapi selama bertahun-tahun kasus tersebut terus bergulir namun dirinya belum mendapatkan kembali apa yang menjadi haknya.

“Jujur saja sudah capek, saya bolak balik menagih dirumahnya itu pak GZL tapi tidak ada itikad baik untuk bayarkan hak ku. Saya juga sudah laporkan di Polda Sultra, tapi sama saja tidak ada penyelesaian. Saya hanya rugi waktu bolak balik di Polda,” ujarnya .

Sementara itu Hendro Nilopo anak dari korban mendesak Kapolda Sultra untuk memberikan sanksi tegas kepada GZL, sebab selain merugikan ibunya, GZL juga dinilai telah mempermalukan nama institusi kepolisian.

“Ini adalah PR buat Kapolda Sultra, apakah mampu menindak anggotanya yang diduga melakukan kejahatan atau tidak. Apalagi imbasnya pasti kepada nama baik institusi dalam hal ini kepolisian,” pintanya.

Pria yang akrab disapa Egis itu menyayangkan sikap dari pihak Propam Polda Sultra, yang terkesan tidak serius menangani kasus dugaan penggelapan GZL.

“Kasusnya ini sudah lama sekali, mohon maaf tapi saya harus bertanya, bukti apa lagi yang dicari oleh pihak Propam ini?. Apakah karena GZL ini seorang Pamen sehingga takut dan sulit untuk ditindak,” ucapnya.

Untuk itu dirinya mengingatkan, agar tidak ada permainan dalam pengusutan kasus dugaan penggelapan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi tersebut.

“Saya ingatkan agar kasus dugaan penggelapan mobil oleh GZL ini tidak ada permainan, harapan saya agar segera ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku. Bila perlu GZL ini harusnya di pecat dari kepolisian,” tegasnya.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.