Opini: Ramai ramai #CopotKapoldaSultra

Penulis: Jaswanto, SH

Sultrapost.ID – Kedatangan TKA asal tiongkok berapa hari lalu di Sulawesi Tenggara yang akan di pekerjakan di Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) pada kawasan mega industri di Kecamatan Morosi Kab Konawe menimbulkan polemik di publik terlebih kedatangan para TKA di nilai tidak prosedural serta di khawatirkan membawa dampak wabah virus corona yang berasal dari negeri mereka.

Pasalnya rombongan para TKA asal China yang berjumlah 49 orang tersebut masuk Indonesia dari negara Thailand pada 15 maret sebelum bertolak ke Kendari.

Dikutip dari detiknews.Com Mereka tiba di Bandara Soekarno-Hatta setelah selesai dikarantina, yaitu pada 15 Maret. Setiba di Indonesia, mereka kemudian menjalani pemeriksaan oleh Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta. KKP lalu menerbitkan kartu kewaspadaan kesehatan pada setiap orang di rombongan tersebut. Petugas Imigrasi lalu memberi mereka izin tinggal.

Di hari yang sama, mereka terbang ke Kendari, Sulawesi Tenggara. Mereka menggunakan maskapai Garuda kode penerbangan GA696.

Pernyataan Kapolda Soal Kedatangan Tka Di Wilayah Sultra

Dikutip dari detiknews.Com Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam membenarkan terkait kedatangan WNA tersebut. Merdisyam menyebut mereka merupakan tenaga kerja asing dari perusahaan tambang.

Kami sudah lakukan pengecekan langsung, iya benar mereka (TKA) dari perusahaan smelter yang ada di Sultra,” katanya saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (15/3/2020).

Merdisyam menyebut puluhan TKA itu bukan dari Cina, melainkan dari Jakarta. Merdisyam mengatakan mereka dari Jakarta dalam rangka memperpanjang visa.

Sejak beredarnya video kedatangan TKA asal tiongkok melalui bandar udara Halu Oleo yang di unggah salah seorang melalui akun media sosial ramai di perbincangkan warganet, hingga berujung diamankannya warga desa onewila Konawe Selatan atas nama Hardiono oleh kepolisian daerah Sultra atas unggahan videonya dengan narasi terkait virus Corona.

Silang Pendapat Antara Kapolda, Disnaker Dan Kemenkumham

Para pemangku kebijakan di daerah berbeda pernyataan soal kedatangan rombongan TKA yang berjumlah 49 orang asal negeri tirai bambu tersebut, untuk diketahui sebelumnya Brigjen Merdisyam menyebut puluhan TKA itu bukan dari Cina, melainkan dari Jakarta dalam rangka memperpanjang visa sedangkan pernyataan Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan Kesehatan Kerja RI telah mengkonfirmasi bahwa 49 Warga Negara Asing (WNA) yang masuk melalui Bandar Udara Haluoleo Kabupaten Konawe Selatan pada Minggu 15 Maret 2020 bukan pekerja yang mengurus perpanjangan kerja. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Prov Sulawesi Tenggara Dr Saemu Alwi dikutip dari TOPIKSULTRA.Com, adapun pernyataan dari Kemenkumham melalui

Kantor Perwakilan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara (Sultra), mengonfirmasi bahwa 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang tiba di  Bandara Haluoleo Kendari pada hari Minggu adalah TKA yang berangkat dari China, dan bukan TKA lama yang berangkat dari Jakarta.

Berkah Atau Bencana Hadirnya Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Konawe?

Hadirnya investasi besar di Wilayah Kecamatan Morosi Kab Konawe dari beberapa tahun lalu tentunya banyak mengundang reaksi pro dan kontra diwilayah lingkar perusahaan terkait keberadaan investasi mega industri tersebut telah banyak melahirkan konflik horisontal ditengah masyarakat mulai dari urusan pembebasan lahan yang sampai saat ini tak kunjung usai belum lagi soal pencemaran limbah industri di nilai banyak berdampak pada keberlangsungan hidup masyarakat, hingga persoalan yang masih hangat ditelinga kita adanya ilegal mining pencurian tanah urukan yang di lakukan PT. Obsidian Stainless Steel (OSS) sebagai perusahaan mitra kerja dari VDNI di Wilayah investasi mega industri Kec Morosi Kab Konawe. Belum usai masalah satu muncul masalah baru kira kira secara singkat begitulah yang terjadi di Kawasan Mega Indsutri Konawe.

Padahal pasca merebaknya isu virus corona PT. VDNI mengatakan berkomitmen untuk menghentikan penerimaan TKA hal ini pula diperkuat himbauan Kementerian Ketenagakerjaan sejak Februari 2020 tidak diizinkan pekerja dari Cina masuk dan kerja di Indonesia.

Tapi apa yang terjadi beberapa hari lalu rombongan TKA asal china yang berjumlah 49 orang masuk dengan mudanya seolah menjawab aturan yang ada di negara ini kalah atas nama investasi mereka (Virtue Dragon Nickel Industry).

 

Bapak Kapolda Hanya Manusia Biasa Seperti Kita yang Tak Luput Salah

Siapapun pernah salah mungkin kata itu bisa mengambarkan situasi saat ini, jika saja yang menyampaikan adalah orang biasa tak berpangkat tak’kan mungkin disoal tapi beda cerita karena yang menyampaikan adalah orang nomor wahid di jajaran Kepolisian Daerah Sultra tentunya membuat situasi berbeda.

Berdasarkan permohonan maaf dan klarifikasi Bapak Kapolda, Selasa 17 Maret 2020 mengatakan bahwa informasi awal di peroleh langsung dari otoritas bandara Halu Oleo dan Danlanud Halu Oleo yang menyatakan bahwa benar WNA China berasal dari Jakarta dan mereka sudah dilengkapi dengan visa dan medical certificate atau HAC yang merupakan persyaratan masuk orang asing.

“Bagi penulis jauh lebih penting bekerjasama menangkal penyebaran Virus Covid- 19 dengan menjaga pola hidup sehat, saling bekerja sama antara Pemerintah para pemangku kebijakan dan tak saling menyalahkan dalam menghadapi bencana wabah corona di negeri ini, menurut kami tak ada manusia ingin sengaja berbuat salah hanya terkadang kekeliruanlah yang selalu menghampiri

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.