BannerDepan

Pemuda dan Mahasiswa se Kecamatan Laonti Siap Menangkan Herman Pambahako di DPRD Konsel

Kendari, Sultrapost.ID – Ratusan pemuda dan mahasiswa se Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menyatakan siap memenangkan Herman Pambahako, dalam pemilihan legislatif (Pilcaleg) pada 17 April mendatang.

Hal tersebut disampaikan melalui deklarasi dan penanda tanganana petisi dukungan kepada Herman Pambahako, yang berlangsung di salah satu hotel di Kendari, Sabtu 26 Januari 2019.

Penandatanganan petisi dukungan kepada Herman Pambahako

Muhammad Roy salah satu perwakilan pemuda dari Desa Sangi-sangi mengatakan, deklarasi ini merupakan salah satu sikap politik pemuda dan mahasiswa se Kecamatan Laonti, yang mengingkan perubahan di wailayah tersebut.

“Deklarasi dukungan kepada Herman Pambahako ini, merupakan salah satu bentuk persatuan para pemuda dan mahasiswa yang menginginkan perubahan di Kecamatan Laonti,” jelasnya.

Karena menurutnya, kurang lebih 20 tahun sudah Kecamatan Laonti mekar, namun masih menjadi daerah tertinggal.

“Kurang lebih 20 tahun sudah daerah kami mekar, tapi sampai hari ini laonti masih menjadi daerah tertinggal, tak ada perubahan. Untuk itu, kami menyatakan siap memenangkan Herman Pambahako. Selain peluang kemenangan yamg besar, dia juga merupakan putra daerah asli laonti,” ucapnya.

Hal senada juga di ungkapkan Daud, mahasiswa asal Desa Ulusawa. Kata dia, Munculnya Herman sebagai calon legislatif dipercaya mampu memperjuangkan perubahan di laonti.

“Kami sangat yakin jika kedepan beliu mewakili kami di parlemen, dia mampu memperjuangkan daerah kita. Sehinga itu kami akan berjuang bersama memenangkan Herman Pambahako,” tutupnya.

Sementara itu, Herman Pambahako yang di konfirmasi usai deklarasi mengaku sangat berterima kasih kepada para pemuda dan mahasiswa Kecamatan Laonti, atas dukungan kepadanya.

“Melihat antusias mereka saya sangat mengapresiasi. Ini bentuk perjuangan mereka yang menginginkan perubahan di laonti,” ungkapnya

Sebab lanjut Caleg nomor urut 5 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) daerah pemilihan (Dapil) 4 Kecamatan Laonti itu, selama ini asumsi yang ada, Kecamatan Laonti merupakan daerah tertinggal. Hal ini dikarenakan kurangnya kader dan politisi.

“Dari tahun ke tahun itu-itu saja yang muncul. Karena memang kita kekurangan kader dan politisi. Untuk itu, di momentum besar ini saya tampil dengan niat tulus. Karena jika bukan sekarang daerah kita akan seperti ini terus,” ujarnya.

Pria kelahiran Wia-wia, tahun 1981 itu mengaku dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya, ia akan memperjuangkan program-progran dari masyarakat, pemuda dan mahasiswa untuk membangun Kecamatan Laonti.

“Kalau kita tdk kuat secara politik maka kita tidak ada apa-apanya. Makanya kita harus berkumpul dan bersatu. Saya tidak mau dengar ada laonti bagian barat, timur dan laonti pesisir. Yang ada adalah laonti. Jika saya dipecayakan nantinya, maka program-program usulan itulah yang akan saya kerjakan,” pungkasnya.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.