PKM, Diharapkan dapat Membantu Penyelesaian Masalah Pengrajin Tenun di Watumela

Muna Barat, Sultrapost.Id – Kerajinan membuat kain tenun adalah produk kebudayaan yang terdapat di Desa Watumela kecamatan Lawa kabupaten Muna Barat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kebudayaan membuat kain tenun ini merupakan hasil karya masyarakat di daerah ini. Kebudayaan bertenun merupakan bukti adanya peradaban yang tinggi di tatanan masyarakat setempat secara turun temurun. Dan dilakoni sejak 4-5 tahun yang lalu.

Darwan Sari, S.Pd., M.Si., (kiri) bersama Kelompok Aksan

Pewarisan keterampilan bertenun khususnya kepada anak wanitanya. Sekarang ini yang masih mempertahankan kerajinan tersebut yakni dua kelompok ini, Kelompok Khabir dan Kelompok Aksan. Namun kedua kelompok ini mengaku kesulitan dalam soal pemasaran, sehingga pengrajin hanya membuat prodak tenun berdasarkan pesanan saja saat ada kegiatan Pemerintah Daerah (Pemda), selain karena prodak modern juga telah membanjir.

Selain itu proses membuat kain tenun di daerah ini masih membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu dengan adanya kegiatan pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM), tim pelaksana akan berupaya memberikan kontribusi dan partisipasi aktif secara penuh terhadap penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi kelompok pengrajin tenun yang ada di Desa Watumela.

Tim pelaksana PKM berharap agar usaha kain tenun ini dapat berkembang lebih baik dan dapat bersaing dengan jenis kain tenun lainnya, yang tidak saja dijual di pasar-pasar tradisional tetapi dijual ke pasar modern, atau melalui internet marketing.

Untuk diketahui, tujuan PKM di desa Watumela adalah: (1) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan penenun tentang  jenis variasi kain tenun antara daerah satu dengan daerah lainnya; (2) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan penenun mengenai motif dan model kain tenun yang bersifat modern; (3) Penenun dapat merancang dan membuat kemasan kain tenun yang menarik untuk meningkatkan volume penjualan melalui internet marketing dengan aplikasi teknologi kemasan yang menarik bagi konsumen.

Kemudian Manfaat dan harapannya adalah: (1) Penenun dapat memahami makna dan nilai filosofi kain tenun yang terkandung didalamnya; (2) Penenun dapat memahami jenis variasi kain tenun antara daerah satu dengan daerah lainnya; (3) Penenun dapat memahami  motif dan model kain tenun yang bersifat modern; dan (4) Penenun dapat  merancang dan membuat kemasan kain tenun yang menarik untuk meningkatkan volume penjualan melalui internet marketing dengan aplikasi teknologi kemasan yang menarik bagi konsumen.

Penulis: Darwan Sari, S.Pd., M.Si., (Tim Program Kemitraan Masyarakat)

Ruangan komen telah ditutup.