PKM Usaha Keripik Kembar Jaya Desa Ranombayasa

Konawe Selatan, Sultrapost.Id – Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah merupakan salah satu bentuk pengabdian Tridharma bagi tenaga pengajar pada Perguruan Tinggi.

Dimana biaya pengabdian ini bersumber dari DRPM Dikti, dana yang dibiayai diperuntukan bagi calon pengusaha (Mitra) bagi Perguruan Tinggi (PT).

PKM diharapkan dapat bermanfaat membentuk masyarakat produktif yang tenteram dan sentosa, dengan tujuan Kemandirian Mitra, Ketentraman Masyarakat, dan trampil.

Saat ini PKM sedang bergiat di Desa Ranombayasa kecamatan Mowila kabupaten Konawe Selatan, yang menggunakan metode bersifat fisik dan non fisik. Pendekatan fisik dilakukan dengan perbaikan peralatan produksi dan perbaikan pengemasan dan label produk, sedangkan pendekatan non fisik terkait dengan pemecahan masalah yang bersifat perilaku yaitu perubahan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengembangan usaha.

Metode yang dilakukan dengan cara penyuluhan, pelatihan dan pendampingan kepada mitra (mitra 1 dan 2) terkait dengan perbaikan mutu pembuatan produk mitra, pelatihan dan pendampingan pembuatan kemasan dan label produk mitra dan pelatihan pembukuan usaha mitra serta pendampingan mitra 1 untuk mendapatkan mitra penjualan.

Usaha pembuatan keripik pisang disaerah ini, berawal dari modal sendiri dengan modal awal sekitar Rp. 1.000.000, namun dengan adanya kegiatan PKM usaha keripik memberikan omzet yang lebih besar. Terbukti sekali produksi memberikan penghasilan sebesar Rp 8.000.000,-, setelah dikurangi seluruh biaya sebesar Rp 4.201.417, dimana nilai ini merupakan biaya perhitungan dari nilai penyusutan alat yang diberikan.

Sehingga keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 3.798.583,-. Dapat dikatakan bahwa usaha pembuatan keripik pisang di desa Ranombayasa secara ekonomi memberikan keuntungan bagi pelaku usaha keripik pisang.

Penulis adalah Dosen Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo.

  1. Wa Ode Yusria (Ketua)
  2. Putu Arimbawa (Anggota)

Ruangan komen telah ditutup.