Polda Sultra Dinilai Tak Mampu Tuntaskan Dugaan Kejahatan Lingkungan Serta Pembacokan Mahasiswa

Kendari, Sultrapost.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, di nilai tak mampu menegakan supremasi hukum di Bumi Anoa. Pasalnya, penanganan kasus dugaan kejahatan lingkungan dan kehutanan yang di lakukan oleh PT. Masempo Dalle (MD) dan PT. Makmur Lestari Primatama (MLP) hingga pembacokan mahasiswa UHO, tak kunjung di tuntaskan.

Sekjen SYLVA Indonesia, Andriansyah Husen, mengatakan bahwa Polda Sultra tidak mampu menangani kasus dugaan kejahatan lingkungan dan kehutanan kedua perusahaan tambang itu, hingga pembacokan mahasiswa UHO yang telah dilaporkan.

“Kami sudah laporakan di Ditkrimsus Polda Sultra terkait dugaan kejahatan lingkungan dan kehutanan PT. MD dan MLP, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Bahkan penanganan kasus pembacokan terhadap saudara Ikzan pun belum tuntas,” ungkapnya, Jumat 14 Februari 2020.

Lanjutnya, padahal kasus kejahatan lingkungan dan kehutanan serta kriminalitas terhadap mahasiswa tidak boleh dibiarkan, sebab dampak yang ditimbulkannya sangat besar. Karena selain menimbulkan kerusakan lingkungan tingkat kriminalitas terhadap mahasiswwa juga akan semakin banyak.

“Untuk itu, saya selaku Sekjend SYLVA Indonesia bersama lembaga-lembaga besar di Sultra akan kembali menggelar aksi besar-besaran. Kami menuntut Kapolda, Dirkrimsus maupun Dirkrimum untuk mundur dari jabatannya, karena kami anggap gagal dalam menuntaskan kejahatan lingkungan dan kehutanan serta mengungkap pelaku pembacokan serta actor intelektua. Kami akan selamanya melawan kalau kasus kasus ini masih dibiarkan,” tegasnya.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.