Polda Sultra Telusuri Pelaku Pembusuran Saat Aksi Unras di VDNI

Kendari, Sultrapost.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, saat ini tengah menelusuri pelaku pembusurun ke sejumlah karyawan PT VDNI saat aksi unjuk rasa (Unras) yang berlangsung pada 29 Januari 2020 lalu di kawasan Industri.

Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Muhammad Nur Akbar yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa busur pasca kericuhan di kawasan industri PT VDNI.

“Informasi dari anggota (personil polres Konawe) busur memang ditemukan, dan ada yang melayang (busur). Namun pelaku masih belum ada yang diamankan,” ujar Sabtu 1 Februari 2020 malam.

Ia menjelaskan sejauh ini pihaknya kepolisian belum dapat mengidentifikasi siapa pemilik dan pembawa barang tersebut meski pun aparat berhasil mengamankan satu dari pengunjuk rasa. Akan tetapi aparat kepolisian tetap akan menelusuri pemilik dan pembawa busur tersebut.

“Barang bukti sudah kita amankan. Busur belum ditahu dari pihak siapa. Polisi masih melakukan penyelidikan. Tapi kita fokus bagaimana menyelesaikan masalah pokok persoalan itu,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Muhammad Odon mengatakan saat kejadian itu masyarakat sekitar menjadi resah dan ketakutan apalagi dengan adanya busur yang berhamburan.

“Masyarakat disini resah pak. Penjual saja yang di dekat pintu masuk PT VDNI ketakutan jangan sampai terkena busur dan batu,” ungkapnya.

Kata dia, seharusnya massa yang melakukan aksi demonstrasi di kantor KPP tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan alternatif menuju Kabupaten Konawe Utara.

“Kantor PT KPP yang itu sudah tidak ada aktivitas perkantoran. Masyarakat disini juga mencari keberadaan PT KPP, sebab PT KPP masih memiliki tanggung jawab kepada sejumlah sertifikat masyarakat belum dikembalikan ke masyarakat. Kalau masih ada di sini kantor PT KPP pasti masyarakat sini yang lebih dulu mendatangi kantor KPP,” tambahnya.

Dirinya berharap agar aksi unjuk rasa kedepan dapat berjalan dengan baik dan damai, sehingga ia bersama warga lainnya dirugikan.

“Kami berharap agar kejadian kericuhan tidak terjadi lagi, dan pihak keamanan dapat menjaga situasi ketika ada aksi – aksi ke depannya,” harapnya.

Menyikapi temuan beberapa saham dan busur yang telah diamankan pihak kepolisian, Deputy Eksternal PT VDNI A Khairil Widjan mengatakan saat kejadian sejumlah aktivitas perusahaan menjadi terganggu dan beberapa karyawan tidak dapat melaksanakan pekerjaannya.

“Sejumlah karyawan kami hanya bereaksi terhadap massa aksi karena tidak dapat melakukan aktivitas pekerjaan mereka. Dan saya tergaskan tidak ada karyawan kami yang membawa busur,” tegas A Khairil Widjan.

Untuk diketahui, pada 29 Januari 2020 lalu, massa yang mengatas namakan Konsorsium Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bersatu bersama sejumlah Karyawan PT ABE menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT KPP, yang letaknya berdampingan dengan pabrik PT VDNI di Morosi, Kabupaten Konawe.

Massa meminta agar PT KPP segera melunasi tunggakan pembayaran pekerjaan pembangunan Jalan Holing yang dikerjakan oleh PT ABE. Unras semula berjalan damai, namun beberapa saat kemudian menjadi ricuh.

Kericuhan di picu saat massa yang semula Unras di depan kantor KPP bergerak menuju Jalan Holing yang dibangun oleh PT ABE kala itu, sehingga membuat aktivitas sejumlah karyawan PT VDNI tidak dapat menjalankan aktivitas pekerjaannya. Suasana pun memanas hingga terjadi aksi saling lempar antara beberapa karyawan PT VDNI dan massa aksi.

Beruntung pihak keamanan TNI-Polri yang berada di lokasi dapat mencegah dan meredam kericuhan untuk tidak meluas. Mirisnya, aparat keamanan mendapatkan sejumlah busur pasca terjadinya kericuhan.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.