Proyek Miliaran Ambruk, AMPUH Sultra Minta CV. Ananinditha di Audit

Konut, Sultrapost.ID – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH) Sultra, meminta BPK untuk segera melakukan audit terhadap proyek pembangunan Tanggul Penahan Abrasi Pantai di Desa Pudonggala Utama, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Pasalnya, usai diresmikan dua Bulan lalu proyek yang menelan anggaran kurang lebih Rp 3 miliar yang di kerjakan oleh CV. Ananinditha itu ambruk akibat di hantam ombak pada Jumat 5 Juni 2020.

Direktur AMPUH Sultra, Hendro Nilopo mengatakan, sejatinya proyek tersebut ditujukan untuk menahan terjadinya abrasi pantai yang disebabkan oleh terjangan ombak, namun anehnya bangunan tanggul itu justru ambruk karena terjangan ombak.

“Tanggul itu dibangun untuk menahan ombak, kok justru malah ambruk karna terjangan ombak. Kajiannya seperti apa, anggarannya juga bisa dibilang fantastis. Ini kan aneh,” ungkapnya, Senin 8 Juni 2020.

Padahal menurutnya, sebelum proyek pembangunana di laksanakan tentu ada kajian terlebih dahulu, agar bangunan yang di kerjakan bisa maksimal.

“Biasanya proyek seperti itu pasti ada kajian, biar hasilnya maksimal. Tapi ini semacam tidak ada kajian teknisnya masa baru sekitar dua bulan kelar sudah ambruk,” ucapnya.

Untuk ia meminta BPK, BPKP dan Instansi berwenang lainnya untuk melakukan audit terhadap pimpinan CV. Ananindita selaku pemenang tender proyek pembangunan tanggul itu. Sebab pihaknya menduga ada kerugian negara yang timbul akibat ambruknya bangunan itu.

“Kami meminta dengan tegas kepada instansi terkait untuk segera mengaudit perusahan pemenang tender. Sebab kami menduga ada kerugian negara yang timbul disitu,” tutupnya.

Sementara itu, Risal Muchtar selaku pimpinan perusahaan saat di konfirmasi enggan memberi berkomentar terkait peristiwa ambruknya Tangful Penahan Abrasi Pantai.

Untuk diketahui proyek pembangunan Tanggul Penahan Abrasi Pantai yang menelan anggaran miliar tersebut bersumber dari APBD yang digelontorkan ke BPBD Konut dengan waktu kontrak selama 6 bulan (180 hari) terhitung sejak tanggal 24 Februari 2020 sampai dengan 20 Agustus 2020.

Laporan : Harmono
Editor : Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.