BannerDepan

PT. CAM Diduga Lakukan Berbagai Pelanggaran Hingga Penipuan

Kendari, Sultrapost.ID – PT. Cipta Agung Manis (CAM) sebagai salah satu perusahaan perkebunan di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) rupanya banyak melakukan berbagai dugaan pelanggaran hingga penipuan.

Mulai dari pemotongan gaji karyawan, melakukan pengolahan di kawasan perusahaan lain hingga dugaan tidak memiliki dokumen perizinan terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang di gelar Komisi II DPRD Provinsi Sultra, bersama Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), warga Desa Labokeo, Dinas Perkebunan, PTSP Sultra dan PT CAM, Senin 26 April 2021.

Sekretaris Umum SBSI Provinsi Sultra, Ilham Nur Baco menyebutkan bahwa PT. CAM telah melakukan pemotongan gaji karyawan tanpa kejelasan.

“Pemotongan gaji tersebut terus terjadi hingga saat ini,” ujar aktivis asal Kabupaten Konsel ini.

Lebih lanjut, Ilham menambahkan, PT. CAM juga disinyalir beroperasi secara ilegal. Karena diduga tak mengantongi dokumen perizinan dalam melakukan aktivitas perkebunannya.

Olehnya itu, Ilham meminta DPRD Sultra mengeluarkan surat rekomendasi untuk penegak hukum, segera melakukan penyitaan alat terhadap aktivitas ilegal yang dilakukan oleh PT. CAM

“Kami juga meminta DPRD Provinsi Sultra merekomendasikan ke Dinas Perkebunan untuk segera melakukan pemberhentian aktivitas pengolahan PT. CAM, karena diduga tidak memiliki izin lokasi, HGU dan Izin Usaha Perkebunan,” tambahnya.

Hal senada juga di ungkapkan, warga Desa Labokeo, Emil Nurjadin. Kata dia, sistim penggajian yang diterapkan PT. CAM sangat tidak manusiawi. Sebab, berdasarkan penelusuran, masih ditemukan adanya pekerja yang digaji Rp. 20 ribu perhari.

“Ada juga yang hanya digaji Rp. 1 juta per bulan,” ucap Emil.

Ia juga membeberkan terkait dugaan penipuan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut terhadap dirinya.

“Saya merugi hingga Rp. 800 juta. Namun, hal itu sudah saya laporkan ke pihak Polda Sultra,” bebernya.

Penasehat SBSI Sultra ini, menambahkan, PT. CAM juga diduga kuat telah melakukan pelanggaran hukum pidana. Sebab, telah melakukan aktivitas tanpa HGU.

“Aktivitas perkebunan PT. CAM telah menyalahi UU Perkebunan nomor 39 tahun 2014,” ucapnya.

Olehnya itu, Emil Nurjadin menyarankan pihak legislatif dan eksekitif agar mencermati dan mengkaji ulang dokumen-dokumen perizinan PT. CAM.

“Karena perusahaan ini beraktivitas dibeberapa kecamatan. Jangan sampai izinnya hanya untuk disatu kecamatan, tapi digunakan untuk melakukan produksi di kecamatan lain. Apalagi, kami menduga PT. CAM ini tak memiliki HGU,” ujarnya.

Parahnya lagi, pengakuan dari Kabid Pengaduan Dinas PTSP Provinsi Sultra, Budiman menyebutkan jika PT CAM tidak mengantongi dokumen perizinan

“Setelah kami cek di OSS, ternyata data PT CAM ini tidak ada, baik izin loksinya. Anehnya, ada izin yang dikeluarkan oleh BKPM, seluas 400 lebih hektare,” kata Budiman.

Polemik lain yang juga ditimbulkan dari aktivitas PT. CAM, perusahaan tersebut diketahui melakukan pengolahan di kawasan konsesi PT. WIN.

Sementara itu, Tim legal PT. CAM, Acim Ahlam Sajul tidak bisa memberikan penjelasan secara detail. Terkait perizinan, ia mengaku pihaknya telah memiliki dokumen perizinan.

“Kami sudah memiliki izin lokasi yang diterbitkan Pemda Konsel,” katanya.

Ditanya soal HGU, Acim mengakui jika PT. CAM belum memiliki HGU, dan kini masih dalam proses pengurusan.

“Kalau itu (HGU) sementara diurus,” akuinya.

Saat ditanya soal data perusahaan yang tidak ditemukan di OSS, dirinya tidak memberikan penjelasan detail, ia hanya mengaku jika pihaknya telah mengurus izin di PTSP Konsel.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sultra, Farhana menyayangkan ketidakhadiran direksi PT. CAM, sebagai pihak yang mengetahui persoalan dan memiliki kewenangan untuk menjawab semua pertanyaan atas berbagai dugaan yang terungkap dalam RDP.

Olehnya itu, Komisi II DPRD Provinsi Sultra akan kembali menjadwalkan RDP lanjutan, pada awal pekan depan.

“Saya harap direksi PT. CAM bisa hadir dalam RDP nanti. Dan siapkan semua dokumen yang dibutuhkan,” tegas politisi Partai Golkar ini

Laporan : Aidil

 

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.