BannerDepan

PT. Jhonlin Bantah Serobot Lahan, PHK Sepihak dan Tak Bayar Retribusi Pajak IMB

Bombana, Sultrapost.id – PT. Jhonlin Batu Mandiri (JBM), membantah jika pihak perusahaan telah melakukan penyerobotan lahan, PHK sepihak dan belum menyelesaikan tunggakan retribusi pajak IMB-nya.

Humas PT. JBM, Sahral, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu 28 November 2018 menegaskan, jika tuduhan yang sematkan ke perusahaan sama sekali tidak benar.

“Tidak benar kalau ada yang mengatakan bahwa PT. JBM telah melakukan penyerobotan. Perusahaan memperoleh lahan tersebut dengan cara membeli. Bahkan proses pembayarannya sudah dilakukan pada tanggal 30 Agustus 2017. Jadi Lahan seluas 44,75 Ha tersebut secara sah dan legal telah menjadi milik perusahaan,” tegasnya.

Begitu pula soal kewajiban perusahaan tentang retribusi pajak IMB, yang dianggap belum dibayarkan dan PHK sepihak. Kata dia, untuk retribusi pajak, pihak perusahaan telah menyelesaikannya di awal November 2018 lalu.

“Kami telah menyelesaikan pembayaran retribusi pajak IMB pada awal November 2018 lalu. Nah kalau soal pemberhentian beberapa karyawan memang benar, tapi bukan PHK sepihak,” ucapnya.

Lanjutnya, kelima karyawan yang berstatus Karyawan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang diberhentikan tersebut bukan tanpa alasan. Mereka dianggap telah melanggar disiplin atau tata tertib perusahaan, sebagaimana yang telah dipersyaratkan dalam hubungan kerja.

“Karyawan tersebut telah lebih dahulu diberikan teguran oleh perusahaan. Sehingga dengan demikian, berakhirnya hubungan kerja karyawan tersebut bukan karena PHK sepihak, tetapi berakhir dengan sendirinya. Karena telah melanggar tata tertib perusahaan, sebagaimana yg dipersyaratkan dalam hubungan kerja,” ungkapnya.

Lebih lanjut pria berkulit putih itu menegaskan, bahwa berdasarkan UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, karyawan PKWT bukan merupakan karyawan tetap, melainkan karyawan yang direkrut perusahaan untuk jenis pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu tertentu seperti harian dan kontrak.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.