PT KPI bersama PT Askon Diduga Lakukan Kejahatan Pertambangan dan Kehutanan

 

Konut, Sultrapost.ID – PT Astima Konstruksi (Askon) rupanya tidak hanya mengabaikan himbauan Mabes Polri, melainkan juga diduga melakukan aktivitasanya di kawasan hutan lindung tanpa Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).

Parahnya, perusahaan kontraktor mining tersebut melakukan aktivitasnya di Blok Morombo, Kecamatan Langgikima di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Kaci Purnama Indah (KPI) yang juga diduga ilegal.

Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sultra, Hendro Nilopo. Kata dia, pihaknya tidak menemukan adanya nama PT KPI di dalam database Direktorat Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batubara (Minerba) sebagai pemilik IUP.

“Jadi memang bukan hanya menambang di dalam kawasan hutan tanpa dokumen IPPKH, kedua perusahaan ini bahkan menambang tanpa IUP yang resmi. Sebab PT KPI sendiri sebagai pemberi SPK tidak terdaftar dalam database Dirjen Minerba,” ungkapnya, Jumat 9 April 2021.

Menurut pria yang akrab di sapa Don HN ini, kedua perusahan telah melanggar Undang-undang (UU) nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba serta UU nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan.

“Itu jelas di terangkan dalam pasal 158 UU Minerba dan pasal 50 serta 38 dalam UU Kehutanan,” jelasnya.

Hendro Nilopo akan mendesak aparat penegak hukum baik Polda maupun Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra sertan Instansi-instansi terkait, untuk bisa bersinergi menghentikan aktifitas kedua perusahaan tersebut.

“Keduanya harus di beri penindakan hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, guna memeprtegas eksistensi dan konsistensi penegak hukum dalam memberantas praktik ilegal mining serta demi terciptanya penegakkan supremasi hukum yang adil dan beradab di Bumi Anoa tercinta,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media Sultrapost.id belum mendapatkan akses untuk melakukan konfirmasi ke PT KPI di karenakan data perusahaan tidak terdaftar dalam database Dirjen Minerba, sehingga sulit untuk melacak alamat kantor atau Direksinya.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.