BannerDepan

PT MOM Gandeng Dishut Sultra Bersihkan Penambang Liar di WIUP Miliknya

 

Konut, Sultrapost.ID – PT Maesa Optimalah Mineral (MOM) bersama Dinas Kehutanan Provinsi Sultra, mulai melakukan pembersihan terhadap para penambang liar yang melakukan dugaan ilegal mining di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) miliknya di Desa Morompo Pantai, Kecamatan Langgikima, Konawe Utara.

Kuasa Direktur PT MOM, Agusran Saelang mejeladkan pembersihan ini di lakukan menyusul informasi mengenai adanya aktivitas peroduksi di WIUP perusahan. Sementara sejak Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT MOM di hidupkan kembali oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sultra, pada tahun 2020 pihak perusahan sama sekali tidak pernah melakukan aktivitas.

“Mulai dari awal sampai hari ini PT MOM tidak pernah beroperasi. Apa lagi WIUP ini masuk dalam kawasan hutan lindung. Dan kami tidak tahu siapa yang beraktivitas disini.,” ucapnya Kamis, 28 Juli 2022.

Dirinya menduga ada oknum yang mengatasnamakan pemilikkemudian mengeluarkan Surat Perintah Kerja (SPK) kepada para penambang-penambang liar tersebut.

“Jadi begini, memang ada oknum yang mengatasnamakan pemilik berdasarkan RUPS tahun 2019 yang telah di batalkan oleh Mahkama Agung (MA). Nah mereka inilah yang masuk dengan leluasa merambah kawasan hutan lindung di WIUP PT MOM,” pungkasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Hutan Dishut Sultra, Dharma Prayudi Raona membenarkan adanya aktivitas pertambangan di kawasan hutan lindung yang belum mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dalam WIUP PT MOM.

“Ini berdasarkan informasi atau laporan terkait adanya kegiatan pertambangan dalam kawasan hutan lindung di WIUP PT MOM. Setelah kami cek memang kami menemukan adanya bekas kegiatan pembukaan lahan pertambangan, tapi kami tidak menemukan pihak yang melaksanakan kegiatan,” ungkapnya.

Kata dia, semestinya tidak boleh ada aktivitas penambangan di dalam kawasan hutan yang belum memiliki IPPKH. Untuk itu pihaknya akan mengambil keterangan pihak PT MOM terkait siapa yang di duga melakukan kegiatan penambangan di kawasan hutan lindung tersebut.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.