PT RMI Akui Menambang di Kawasan Hutan Lindung Atas Perintah PT Bososi

Konut, Sultrapost.ID – PT Rockstone Mineral Indonesia (RMI) mengakui jika aktivitas penambangan yang di lakukannya di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Bososi di Konawe Utara, berada di dalam kawasan hutan lindung.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pejabat Operasional PT RMI, Doly Witanto di lokasi PT Bososi saat penyegelan alat berat miliknya oleh Mabes Polri beberapa pekan lalu. Dirinya mengaku telah menambang dikawasan hutan lindung selama satu tahun, atas perintah pemilik IUP.

“Kami hanya kontraktor mining, dan awalnya kami tidak tahu kalau itu kawasan hutan lindung, dan dalam proses perjalanan baru kami tahu,” ujarnya, Selasa 17 Maret 2020 lalu.

Kata Doly, selama menambang di lokasi tersebut pihaknya tidak pernah melakukan protes terhadap pekerjaan yang melawan hukum tersebut. PT Bososi pun bahkan tidak pernah melakukan koodinasi kepada PT RMI terkait wilayah yang ditambangnya apakah masih berada dalam IUP PT Bososi atau tidak.

“Kami hanya bekerja sesuai perintah PT Bososi, karena sekali lagi kami hanya kontraktor mining. Ini semua tanggungjawab PT Bososi karena yang suruh kami bekerja diwialayah itu adalah PT Bososi, intinya kami hanya menjalankan tugas sebagai rekanan,” tutupnya.

Ketua Tim Investigasi Bareskrim Polri, Kombes Pol Pipit Rismanto yang juga dikonfirmasi membenarkan bahwa PT RMI telah menambang di kawasan hutan lindung. Dimana hal tersebut telah disesuaikan dengan titik koodinat oleh pihak terkait.

“Kami juga melibatkan pihak Dinas Kehutanan, dan pihak Kehutanan membenarkan bahwa yang diolah oleh PT RMI itu adalah Hutan Lindung. Dengan menyesuaikan titik koodinat melalui GPS khusus pihak Kehutanan,” tegasnya.

Untuk diketahui Bareskrim Polri melakukan Penyegelan pada IUP PT Bososi dan enam Kontraktor Mining yaitu PT Rocstone Mining Indonesia (RMI), PT Tambang Nikel Indonesia (TNI), PT Nuansa Persada Mandiri (NPM) PT Anugrah atau Ampa, PT Pertambangam Nikel Nusantara (PNM) dan PT Jalur Emas (Jalumas).

Laporan: Aidil

 

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.