PT. Trias Jaya Agung Diduga Lakukan Komersialisasi Tersus

Kendari, Sultrapost.ID – Aktivitas Terminal Khusus (Tersus) atau Pelabuhan Khusus (Pelsus) milik PT. Trias Jaya Agung (TJA) diduga melanggar aturan pelayaran. Perusahaan tersebut melakukan komersialisasi Tersus kepada perusahaan-perusahaan tambang yang ada di wilayah Pulau Kabaena.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Kepelabuhanan Dishub Sultra, Rahmat. Dirinya mengaku jika Tersus atau Pelabuhan Khusus (Pelsus) milik perusahaan yang tengah beroperasi di Kelurahan Rahampuu, Kecamatan Kabaena itu melakukan komersialisasi.

“Trias ini kan dari beberapa RKAB, kelihatannya dia mengkomersilkan Tersus-nya. Maksudnya di sewakan atau dipinjamkan terhadap perusahaan lain yang ada di sekitarnya. Itu menurut UU nomor 17 tentang pelayaran tidak boleh,” ungkapnya, Senin 30 Desember 2019.

Kata dia, dalam UU tersebut perusahaan yang memiliki Tersus tidak diperbolehkan untuk melakukan komersialisasi, karena Tersus bukan merupakan pelabuhan umum.

“Tersus itu tidak seperti pelabuhan umum. Itu hanya untuk menunjang usaha pokok perusahaan yang bersangkutan. Nah kalau itu di pinjam pakaikan atau di sewakan, maka menurut UU itu melanggar,” tegasnya.

Selain dugaan komersialisasi lanjutnya, perusahaan itu juga rupanya tak pernah melaporkan produktivitas Tersus-nya selama ini.

“Seharusnya dalam izin pembangunan dan pengoperasian itu kan perusahan wajib melaporkan kegiatan Tersus-nya kepada Menteri atau Gubernur. Nah selama ini PT Trias Jaya Agung belum pernah melaporkannya kepada kami,” pungkasnya.

Hingga berita ini terbit, Direktur PT Trias Jaya Agung, Murzamil yang di konfirmasi melalui telepon selulernya tak memberi jawaban.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.