Pulau Damalawa, Tempat Berhari Libur Yang Menawarkan Keindahan

Bombana, Sultrapost.ID – Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diselimuti potensi Sumber Daya Alam (SDA).

Selain dari sektor pertambangan, pertanian dan perikanan, sektor pariwisata juga sangat potensi untuk dikembangkan.

Suasana Pengunjung Pulau Damalawa.

Miliki bibir pantai yang indah, serta pegunungan yang menjulang tinggi, menjawab jika Pulau Kabaena menjanjikan dalam sektor pariwisatanya, sebut saja di antaranya adalah Pulau Damalawa. Tempat ini menawarkan keindahan bagi pengunjungnya.

Tempat tersebut kini telah menjadi salah satu pilihan masyarakat Pulau Kabaena untuk berakhir pekan. Keindahan yang dimilikinya cukup membuat betah bagi pengunjungnya. Angin segar tak hentinya membelai setiap orang yang datang ditempat wisata ini, membuat pengunjung ingin kembali berkunjung. Pasir putih, menambah kesempurnaan keindahan Pulau Damalawa.

Melalui Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Tapuhaka, Pulau Damalawa kini telah dilengkapi beberapa fasilitas penunjang kebutuhan pengunjung, diantaranya tempat ganti pakaian dan air tawar (kamar mandi), gajebo, sepeda air, dan banana boat.

“Dibangun dan dikembangkan menggunakan APB-Des (Anggaran Pendapatan Belanja Desa),” tutur Dedi Darno, Kepala Desa Tapuhaka Kecamatan Kabaena Timur.

Pengunjung Pulau Damalawa Dari Berbagai Daerah.

Untuk dihari hari biasa, setiap minggu, pengunjung di Pulau Damalawa mencapai 300 sampai 500 orang. Sedangkan dihari hari besar seperti lebaran, pengunjung mencapai 1.000_an perhari, dan berlangsung selama satu minggu. Pendapatan Asli Desa (PAD) dari hasil jual karcis dan sewa fasilitas mencapai jutaan rupiah.

Biaya ke Pantai Damalawa

Bagi masyarakat yang ingin kesana, biaya sepertinya bukan masalah, sebab biaya yang dibutuhkan tidak terlalu besar, harga karcis Rp. 2.000, dan dari pelabuhan Desa Tapuhaka, sewa tranportasi hanya Rp.6.000 Pulang Pergi (PP).

Untuk transportasi, BumDes menggunakan kapal katinting milik warga, dengan bentuk kerjasama, Rp. 1.000 masuk ke kas BumDes, dan Rp. 5.000 diberikan kepada pemilik kapal.

Sehingga masyarakat yang ingin menghabiskan hari liburnya di Pulau ini, cukup menyediakan uang sebesar Rp.8.000. Dan waktu yang dibutuhkan untuk sampai kesana dari pelabuhan Desa Tapuhaka hanya 3 menit.

Biaya Sewa Fasilitas

Guna memanjakan pengunjung, sewa fasilitas juga tidak begitu mahal. BumDes memberi dengan harga, untuk banana boat Rp.25.000 perorang, sepeda air Rp.10.000 pertiga puluh menit, air bersih Rp.3.000 sekali mandi, gajebo Rp.20.000 pertiga jam, dan ban pelampung hanya Rp.15.000 sampai pengunjung pulang.

“Untuk sepeda air masyarakat yang punya, BumDes hanya dapat Rp.3.000 perorangnya. Sewa fasilitas termasuk harga karcis, kami baru mulai berlakukan sejak bulan Februari lalu,” ungkap Dedi Darno.

Pelabuhan Desa Tapuhaka, Akses Menuju Pulau Damalawa.

Sepertinya bagi anda yang sering berkunjung dan ingin berkunjung di Pulau Kabaena, serta pencinta wisata, belum sempurna jalan jalannya, jika tidak berkunjung ke Pantai Damalawa Kecamatan Kabaena Timur.

Sebagai Kepala Desa Tapuhaka, Dedi Darno berharap kepada semua pihak, agar bersama sama mengembangkan Pulau Damalawa, khususnya Pemerintah Propinsi dan Kabupaten, sebab anggaran desa sangat terbatas untuk pengembangannya.

Dia mengaku, pada tahun 2018 lalu, pihaknya mendapatkan bantuan hibah dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara melalui Dinas Pemerintahan Desa sebesar Rp.50,000.000 untuk BumDes. Oleh anggaran ini, digunakan untuk pengadaan perahu penarik banana boat.

Permintaan perhatian dari pemerintah propinsi dan kabupaten, bukan tidak beralasan, karena pada tahun 2021 mendatang, Pemerintah Desa (Pemdes) Tapuhaka menargetkan, Pulau Damalawa sudah bisa dilirik oleh wisata Nasional dan Mancanegara.

“Kami siap bekerjasama, baik pemerintah daerah maupun pihak ketiga, untuk mengembangkan tempat wisata ini, tentunya sesuai dengan aturan aturan yang berlaku,” ucap Dedi Darno.

Selain Pulau Damalawa, Pulau Kabaena juga memiliki banyak tempat wisata, seperti Desa Wisata Negeri Diatas Awan Desa Tangkeno, Goa Watuburi dan Permandian Air Panas Desa Lengora, Pantai Landuli Desa Tedubara, Pantai Lanere Desa Batuawu, dan Pulau Sagori Kelurahan Sikeli.

Penulis: Tim Redaksi

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.