BannerDepan

Puluhan Rumah Warga Bende Dibongkar Paksa

Sultrapost.com – Tim juru sita Pengadilan Negeri (PN) Kota Kendari melakukan pembongkaran paksa, terhadap puluhan rumah warga di Jalan Abdul Hamid, RT 7/RW 3 Kelurahan Bende Kecamatan Kadia, Kota Kendari Provinsi Sultra.

Warga yang menjadi korban penggusuran tersebut tak melakukan perlawanan, sehingga aktivitas eksekusi lahan berjalan lancar.

Aktivitas pembongkaran tersebut dikawal ratusan anggota kepolisian asal Polda Sultra, Polres Kendari, Polsek Baruga dan Mandonga serta TNI.

Ali Muis selaku ahli waris atas kepemilikan lahan tersebut mengaku eksekusi lahan tersebut salah lokasi, karena tidak sesuai penempatan yang dituju. Pasalnya, berdasarkan gugatan yang diproses sejak 2010 silam, pihak tergugat adalah Arsyad yang tak lain merupakan pamannya sendiri. Padahal, lahan yang kini dieksekusi bukanlah milik tergugat, melainkan dirinya selaku ahli waris.

“Hingga kakek saya meninggal belum pernah dilakukan penyerahan kepada siapa pun atas lahan ini, katanya, Kamis (1/9/2016).

Selain itu, bukti kepemilikan atas tanah seluas 16 ribu meter persegi itu, yang dimiliki oleh keluarganya berupa SKT yang ditanda tangani oleh Lurah Mandari, pada sekitar tahun 1980 an.

“Kalau pihak tergugat kan dasar mereka sertifikat 9 lembar, yang diterbitkan pada 2001 sampai 2004 lalu. Dan, saya sudah cek di BPN sertifikat itu bodong, bahkan ada kami temukan yang ganda,” tambahnya.

Alan, salah seorang warga sekitar mengungkapkan, eksekusi tersebut terkesan terburu-buru dan menyalahi mekanisme. Pasalnya, rekan-rekannya yang menjadi korban pengggusuran tersebut baru menerima informasi terkait eksekusi itu sehari yang lalu.

“Masa kami tidak diberikan kesempatan untuk membongkar rumah sendiri, padahal kayu, seng dan dindingnya kan masih bisa digunakan untuk membangun kembali rumah,” ujarnya.

Penulis: Azka

Ruangan komen telah ditutup.