Rapat Rencana Kerja dan Sosialisasi SOP FLLAJ Sultra

Kendari, Sultrapost.ID – Permasalahan lalu lintas di Sultra mulai dari tingginya volume lalu lintas serta pertumbuhan kendaraan yang sangat cepat yang tidak didukung oleh prasaran transportasi jalan yang memadai mulai dirasakan oleh para pengguna jalan.

Hal ini menjadi perhatian serius oleh Forum Lalu Lintan dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Sultra. Dalam rangka menganalisisi permasalahan, menjembatani, menemukasn solusi serta meningkatkan kualitas pelayanan dan bukan sebagai aparat penegak hukum, badan Ad Hoc yang berfungsi sebagai wahana untuk menyinergikan tugas pokok dan fungsi setiap instansi penyelenggara lalu lintas dan angkutan jalan ini menggelar rapat rencana kerja dan sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP).

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu 23 September 2020 pukul 13. 00 Wita, di ruang rapat forum LLAJ Provinsi Sultra itu dihadiri oleh seluruh anggota FLLAJ.

Sekertaris FLLAJ Provinsi Sultra, Awaluddin mengatakan tujuan kegiatan tersebut untuk meningkatkan pemahaman pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta rencana kerja FLLAJ dalam pelaksanaan kegiatan guna terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di Sultra.

“Sedangkan tujuan lain FLLAJ Sultra mempedomani standar SOP yaitu, tentang layana keluhan masyarakat, SOP tentang keterlibatan FLLAJ dalam musrembang provinsi, FLLAJ mengemban dan fungsi koordinasi, memberi masukan model PRMS,  SOP untuk pelaksanaan monitoring dan evaluasi, perencanaan dan penganggaran serta SOP pemutakhiran website,” ungkapnya.

Kata dia, peran utama dari FLLAJ adalah mengkoordinasikan berbagai lembaga yang perlu diintegrasikan untuk membuat perencanaan dan pengelolaan infrastruktur jalan yang lebih efektif dan efisien serta mengatasi masalah lalu lintas jalan dan transportasi yang terjadi di Sultra.

“Tugas penting ini meliputi, menerima dan menangpi keluhan atau masukan dari masyarakat tentang kondisi jalan yang buruk, jalan berbahaya, dampak negative lingkungan dalam tahap pembangunan jalan, pemeliharaan dan tahap operasional serta dampak negative sosial dari pembangunan, pemeliharaan dan fase operasional jalan,” ucapnya.

Lanjutnya Awaluddin, memberikan rekomendasi terkait perencanaan pengelolaan infrastruktur jalan yang efektif  dan efisien dalam kegiatan musrembang pada tingkat provinsi, mengadakan pertemuan rutin untuk membahas masalah lalu lintas jalan dan kebijakan transportasi, memberikan kontribusi terhadap lalu lintas jalan yang lebih efektif dan efisien serta manajemen transportasi.

“Melakukan advokasi untuk meningkatkan pemeliharaan rutin infrastruktur jalan atau untuk memperpanjang umur infrastruktur jalan dan untuk mendukung peningkatan penggunaan pemeliharaan rutin jalan sebagai cara untuk meningkatkan “nilai untuk uang” d”lam pengadaan infrastruktur di sultra serta memperpanjang kualitas dan kuantitas jaringan transpostasi tanpa peningkatan yang proporsional sumber daya pemerintah provinsi,” jelasnya.

Selain itu juga, membahas dan membuat keputusan serta kebijakan yang berhubungan dengan cross cutting issues terhadap akses lalu lintas jalan dan pembangunan infrastruktur taranspostasi, pemeliharaan dan operasional gender, disabilitas dan perlindungasn anak serta menyediakan layanan monitoring dan pengawasan lalu lintas jalan dan perencanaan transportasi, konstruksi dan pemeliharaan yang sedang berlangsung di Sultra, melalui kunjungan lapangan untuk memantau kualitas.

“Seperti prlaksanaan dan pekerjaan pemeliharaan serta bahan jalan, penerapan perlindungan social dan lingkungan dan dalam menagani cross cutting issues. Sosialisasi SOP ini dapat memberikan manfaat dan pemahaman bersama tentang peran dan fungsi terbentuknya FLLAJ,” tutupnya. (Adv)

 

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.