Rencana Pembangunan Bandara PT SSU Perlu Didudukan Serius

0
62
Ilustrasi. Foto: Infopenerbangan.com

Bombana, Sultrapost.Id – Beberapa waktu lalu, pernah beredar isu dikalangan masyarakat Bombana khususnya wilayah Pulau Kabaena terkiat rencana PT SSU membangun bandara. Hanya saja lokasi yang diinginkan oleh manajemen perusahaan masuk dalam lokasi wilayah yang telah dihibahkan oleh masyarakat untuk persiapan calon ibu kota kabupaten kepulauan Kabaena saat mekar nanti.

Rencana inipun menjadi hangat diperbincangkan kalangan masyarakat, ada yang pro dan ada yang kontra. Lokasinya berada di wilayah Desa Tedubara Kecamatan Kabaena Utara.

Humas PT SSU Musafir, yang juga salah satu tokoh pemuda Pulau Kabaena, saat dikonfirmasi terkait itu, membenarkan rencana ini. Katanya, itu memang menjadi skala prioritas perusahaan, karena selain ,menjadi kebutuhan pokok perusahaan untuk kelancaran usaha, bandara itu juga bisa membantu masyarakat.

“Ini kalau jadi, nantinya juga akan menjadi kebutuhan masyarakat, paling perusahaan dalam satu bulan hanya sekali dua kali gunakan, tapi masyarakat bisa tiap hari,’ ucapnya.

Menurut dia, rencana itu belum bisa ditindaklanjuti, sebab belum ada persetujuan dari masyarakat, karena mereka (manajemen perusahaan, red) tidak akan memulai pembangunan jika belum ada persetujuan dari masyarakat dan pemerintah.

“Benar, lokasinya masuk dalam wilayah calon ibukota, jadi kita mesti sosialisasi dulu, jika disetujui, kita bergerak,” tambah Musafir.

Dia berharap pemerintah dan masyarakat dapat memberi izin serta persetujuan membangun bandara diwilayah itu, karena lokasi tersebut sangat luas, sedangkan kebutuhan perusahaan hanya sekitar 16 hektar.

Terpisah Kepala Desa Mapila Sudirman, yang dimintai keterangannya, mendukung rencana ini, sebab bandara sangat dibutuhkan oleh masyarakat, apalagi kalau datang musim ombak.

“Kalau saya mendukung rencana ini, bahkan kalau wilayah yang mereka inginkan tidak diberi izin, diwilayah kami juga bisa dibangun, nanti disiapkan lokasi,” katanya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Bombana Amiadin, menyarankan agar hal itu didudukan serius antara masyarakat, pemerintah dan manajemen perusahaan.

“Mari kita dudukkan bersama, hadirkan semua tokoh, kita jelaskan ke masyarakat terkait plus minusnya jika bandara itu berdiri,” imbuhnya.

Katanya, hal itu tidak dapat dipungkiri jika saat ini masyarakat dan pemerintah membutuhkan fasilitas, apalagi pembangunannya tidak membutuhkan anggaran Negara, melainkan perusahaan yang bakal membiayai semuanya.

“Kan enak, kita mekar, kita juga punya bandara,” tuturnya.

Senada, Heryanto anggota DPRD Bombana, mengapresiasi niatan itu, hanya saja perlu ada perlakuan serius agar tidak terjadi konflik horizontal ditengah tengah masyarakat.

“Saya pikir itu rencana yang baik, tapi mesti dipikirkan baik baik agar tidak ada keributan. Duduk bersama adalah salah satu solusi yang tepat menurutku,” pungkasnya.

Penulis: Aidil