Reses, Anggota DPRD Ini Temukan Kondisi Jalan Memprihatinkan

Bombana, Sultrapost.com – Reses adalah salah satu tugas dan tanggungjawab Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana, dimana para anggota Legislatif ini akan turun ke Daerah Pemilihan (Dapil) masing masing untuk mendengarkan dan melihat langsung apa yang menjadi Kebutuhan masyarakat dan daerah.

Salah satu anggota DPRD Bombana yang berhasil di Konfirmasi Media ini pada Minggu (28/5/2017) kemarin, adalah anggota Dewan dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) Bersatu. Dia adalah Heryanto S.KM., dewan dari Dapil I Rumbia dan sekitarnya.

Katanya, saat turun ke Kecamatan Mata’oleo, ia menemukan kondisi jalan sebelum Kantor Camat Mata”oleo yang sangat memprihatinkan, bahkan berjalan kaki pun sangat sulit untuk dilalui, apalagi kalau menggunakan kenderaan roda dua ataupun roda emapt, pemilik kenderaan dipaksa harus memiliki keahlian khusus dalam mengendarai kenderaan, bahkan untuk pengendara roda dua, pemilik harus menurunkan kaki sebagai pembantu keseimbangan, agar terhindar dari jatuh atau kecelakaan.

Melihat kondisi itu, Heryanto berjanji akan segera melakukan klarifiksi dengan Dinas terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU), Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bombana, apakah jalan tersebut dikerjakan pada tahun 2015 dan tahun 2016 sebagai program Multiyers, sebab jika itu adalah multiyers dengan menggunakan anggaran puluhan milyard, maka sangatlah ironis jika menghasilkan kondisi jalan yang seperti itu.

“Tapi kita akan klarifikasi dulu ke PU, di multiyers ini ada yang pengerasan dan ada yang di aspal, dalam hal ini Lapem, jadi kita mau tau volume apa dititik itu, apakah dia volume perkerasan, bes apa, supaya kita bisa lihat, parah sekali jalan itu, karena air lebih tinggi dari jalan ketika hujan, jadi kita mau cek apakah masuk di multiyear atau masuk dipekerjaan lain,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi jalan ini ia temukan pas turun Reses, tepatnya sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Dan sebagai unsur pengawasan, pihaknya akan mengagendakan untuk memanggil Dinas PU agar diketahui secara mendatail, karena kondisi jalan yang dimaksud sudah sangat tidak layak untuk dilalui.

“Itu kondisinya masyarakat sudah kerja bakti disitu, untuk bagaimana supaya air itu menyebrang, dan pihak Kecamatan juga sudah pernah ke Dinas PU, minta agar jalan itu ada deker, ini imbas dari sebuah perencanaan yang tidak kualifait, karena mestinya disitu ada penyebrangan air, tapi tidak dibuatkan deker atau jembatan,” kata Heryanto.

Sepengetahuannya, Lanjut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonasia (DPW PPNI) Sultra ini, jalan tersebut tidak di anggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bombana tahun 2017, namun sepengetahuannya jalan poros Kasipute Mata’oleo dan Mata’oleo Bamba’ea pernah dianggarkan pada tahun 2013 atau tahun 2014 lalu. Sehingga ia mensinyalir kesalahan ada pada perencanaan, karena mestinya ditempat itu dibuatkan alur penyebrangan air, karena saat musim hujan air meluap karena tidak memiliki penyebrangan.

“Jika ini dikerjakan disekitaran tahun 2013, 2014, 2015, atau 2016, ini parah, karena dijalan poros itu sudah dikucurkan dana puluhan milyard. Kita belum bisa mengandai andai kesalahan pada siapa, sebelum kita tau persis lokasi ini dikerja pada tahun berapa, anggaran berapa. Saya pikir mungkin setelah reses ini saya akan konfirmasi dulu di PU, supaya DPRD bisa RDP (Rapat Dengar Pendapat) dulu dengan dinas PU,” imbuhnya.

Sehingga Heryanto menghimbau kepada Pemda, Kontraktor dan Konsultan Perencana dalam mengerjakan suatu pekerjaan (Proyek) bisa melihat asas manfaat, karena dengan anggaran yang begitu besar kemudian masih ditemukan kondisi jalan yang seperti ini, maka sangatlah riskan, untuk itu diharapkan agar bisa bekerja lebih baik.

Penulis: Redaksi/ AA

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.