BannerDepan

Sarana Ambulance Laut Terbatas, Puskesmas di Kabaena Masih Mengandalkan Kapal Kayu

Kabaena, Sultrapost.Id – Hingga kini Masyarakat di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, rupanya masi mengandalkan kapal kayu milik nelayan sebagai transportasi alternatif untuk mengantar pasien yang dirujuk oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat.

Seperti yang di alamai Pianto (34), Warga Kelurahan Rahampuu, Kecamatan Kabaena . Dimana pasien yang mengalami patah tulang di bagian paha hingga mengakibatkan pembuluh darahnya pecah itu, terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Siloam Kota Bau-bau, dengan menggunakan perahu kayu, Jumat 20/8/2018.

Kepala Puskesmas Kecamatan Kabaena, Jamani mengatakan bahwa setiap pasien kategori gawat darurat yang masuk ke puskesmas, selalu di rujuk ke RSU terdekat dengan menggunakan perahu Kayu sebagai alternatif.

“Jadi pasien gawat darurat selalu kami rujuk ke RSU terdekat, seperti di RSUD Rumbia, kabupaten Bombana dan di RS Siloam kota Bau-bau, bahkan bisa langsung ke Makassar, tergantung kehendak dari keluarga pasien sendiri,” ungkapnya.

Dirinya berharap, pemerintah daerah bisa memberikan jalan keluar terkait keterbatasan pelayanan dari segi transportasi laut.

“Saya berharap kiranya pemerintah bisa memberikan jalan keluar menyangkut transportasi seperti kapal ambulance. Agar setiap ada pasien yang hendak dirujuk ke RSU terdekat bisa aman sampai tujuan,” harapnya.

Menyikapi hal tersebut, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bombana, Andri Ananta mengaku sangat prihatin. Kata dia, sebenarnya persoalan kapal ambulance sudah disediakan oleh pemerintah, hanya tidak diketahui alasan tidak digunakan itu.

“Setahu saya sudah ada ambulance di Kabaena yang disiapkan oleh pemerinrah. Saya kurang tahu persis jumlahnya berapa unit, yang pastinya tidak banyak dan tidak mampu melayani keseluruhan,” ucapnya.

Sehingga lanjut mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian UHO itu mengatakan, dengan kapal ambulance yang terbatas itu, tentunya tidak akan efektif beroperasi untuk melayani kebutuhan puskesmas yang tersebar di Pulau Kabaena.

“Dengan keterbatasan itu pasti tidak akan efektif dia beroperasi untuk melayani semuanya. Saya berharap pemerintah bisa memberikan solusi terbaik,” pungkasnya.

Penulis: Zul
Editor: Adi

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.