BannerDepan

Sejumlah Honorer Puskesmas Katobu Tuntut Pembayaran Kapitasi BPJS

Muna, Sultrapost.ID – Sejumlah tenaga honorer yang bertugas di Puskesmas Katobu melakukan aksi protes didepan kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Muna guna menuntut pembayaran dana Kapitasi BPJS, Kamis, 7 Februari 2019, kemarin.

Foto: Ison

Diketahui, jumlah peserta BPJS yang ada di Kabupaten Muna wilayah Katobu paling besar, sehingga secara akal sehat seharusnya para honorer di Katobu mendapatkan dana kapitasi BPJS dengan jumlah yang besar pula.

“Pembayaran Kapitasi Waktu bulan 1,2 dan 3 tahun 2018 kita bertanda tangan itu sekitar Rp. 330 ribu per bulannya, anehnya 9 bulan sisanya kita dibayarkan dengan upah Rp. 100 ribu,” terang Indra Faranisa salah satu tenaga honorer Puskesmas Katobu saat dialog diruang Kadis Kesehatan.

Menanggapi hal itu Plt. Kepala Dinkes Muna, Hasdiman menjelaskan, dana kapitasi hanya diperuntukkan bagi tenaga medis non PNS, pegawai pemerintah yang dimana pembayarannya pun harus disesuaikan dengan tingkat kehadiran.

“Kalau tenaga sukarela tidak masuk dalam pembayaran kapitasi. Adapun, jika dibayarkan itu bagian dari kebijakan kepala Puskesmas dengan pertimbangan kemanusian,” katanya.

Lanjutnya, dari 27 puskesmas yang ada di Muna sebanyak 1356 orang sebagai tenaga kesehatan suka rela, ini semakin meningkat tiap tahunnya.

“Dana BPJS kapitasi yang diterima masing masing Puskesmas itu berbeda beda, jadi jumlah peserta mempengaruhi besarnya dana kapitasi itu,”ungkapnya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Katobu, Mustafa saat ditanyai soal pembayaran Kapitasi BPJS dirinya tidak tahu menahu soal besaran pembayar kapitasi tersebut.

“Langsung tanya saja ke bendahara, yang jelas kita berlakukan itu sudah sesuai juknis” pungkasnya.

Pantauan Media ini, karena tidak puas dengan penjelasan Kadis Kesehatan dan Kapus Katobu, masa aksi yang didampingi beberapa LSM mendatangi Kantor Kejaksaan untuk melaporkan hal itu.

Penulis: Ison

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.