BannerDepan

Selain 38 Perusahaan, Kejati Sultra Tetap Telusuri Penambang Lain yang Diduga Terlibat Kasus Antam

Kendari, Sultrapost.ID – Beberapa pekan terakhir sejumlah aktivis pemerhati pertambangan terus mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra untuk segera menangkap para pelaku penambangan ilegal yang diduga terlibat dalam kasusu dugaan korupsi di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Antam Tbk, di Konawe Utara (Konut).

Pasalnya, selain 38 perusahan yang masuk dalam daftar dugaan kasus korupsi PT Antam, masih banyak lagi pelaku penambangan ilegal yang luput dari pantaun Kejati Sultra.

Bahkan beberapa di antaranya disinyalir masih aktif melakukan kegiatan di wilayah Lasolo, Lasolo Kepulauan, Tapunopaka serta Morombo yang juga masih merupakan WIUP PT Antam.

Menanggapi hal tersrbut, Asisten Bidang Intelijen (Asintel) Kejati Sultra, Ade Hermawan mengatakan pihak penyidik masih terus melakukan pendalaman terhadap keterlibatan perusahan tambang baik yang masuk dalam KSO maupun di luar.

“Kami masih mendalami semuanya. Jadi apapun itu, apakah memang merupakan bagian dari yang di KSO kan oleh PT LAM, atau di luar dari itu, tetap kita telusuri. Artinya penyidik tidak berhenti dan masih bekerja,” ungkapnya, Rabu 16 Agustus 2023.

Mengenai beberapa wilayah antam lainnya, Ade Hermawan mengaku jika untuk sementara pihaknya masih fokus di Blok Mandiodo.

“Yang kami lakukan penyidikan ini masih Mandiodo,” tutupnya.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.