BannerDepan

Selain Kurangi Jatah BBM Nelayan, SPBU-N Tapuahi Juga Mainkan Harga

Bombana, Sultrapost.ID – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum- Nelayan (SPBU-N) Tapuahi, Kecamatan Rumbia, Bombana rupanya selama ini melakukan kecurangan dalam menyalurkan BBM bersubsidi jenis solar kepada para nelayan lokal.

Hal tersebut diketahui setelah empat orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bombana yakni, Heryanto, Abdul Rauf, Ambo Rape dan Makmur bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bombana serta para nelayan lokal melakukan investigasi langsung di SPBU-N milik H. Alyadin tersebut, Selasa 22 Januari 2019.

Berbagai dugaan pelanggaran yang ditemukan saat investigasi tersebut, mulai dari nama-nama nelayan siluman, suplai jatah BBM kepada nelayan yang tidak sesuai serta harga yang dinaikkan oleh pihak pengelola.

“Ada berbagai pelanggaran yang kami temukan, mulai dari daftar nama siluman, jatah BBM untuk nelayan yang tidak pernah cukup diberikan dan yang paling parahnya harga BBM-nya di naikan dari yang seharusnya Rp 5150 naik menjadi Rp 5800,” ungkap Heryanto.

Hal itu dibenarkan oleh Muh. Amin salah seorang nelayan. Dirinya mengaku selama ini jatah BBM yang diterimanya tidak pernah mencukupi. selain itu harga yang diberikan oleh pengelola sebesar Rp. 5800.

“Dalam sebulan jatah BBM saya itu 800 liter, sebulannya saya mengantri 4 kali, seharusnya saya mendapat jatah 200 liter tiap mengantri. Tapi faktanya tiap kali sata mengantri tidak pernah mencukupi 100 liter. Hanya sampai 70 liter saja. Belum lagi harga yang diberikan ke kami itu Rp. 5800,” bebernya.

Sementara itu perwakilan SPBU-N, Kasman tak bisa mengelak saat di berondong pertanyaan dari para anggota dewan. Iya bahkan mengakui jika harga BBM bersubsidi bagi para nelayan itu sebesar Rp. 5800.

“Harganya Rp. 5800.” akuinya.

Sedangkan saat ditanya soal sisa jatah BBM nelayan, dirinya hanya bisa terdiam.

Untuk itu DPRD Bombana, akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan meminta pengelola untuk menghadirkan pemilik SPBU-N.

“Kita sudah tentukan jadwal tanggal 4 kita adakan RDP. Kami minta ke pengelola untuk memanggil pemilik SPBU-N ini. Jika tidak maka jangan salahkan kami,” tegas Ambo Rappe.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.