BannerDepan

Senator Sumut Apresiasi Respon Cepat Mentan Amran Dalam Menangani Bencana

Jakarta, Sultrapost.ID – Senator DPD RI dari Provinsi Sumatera Utara, Parlindungan Purba mengajak semua pihak untuk bekerja nyata membantu para petani di 7 Kabupaten Sulawesi yang mengalami gagal panen karena bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu.

“Pemulihan sektor pertanian di lokasi bencana harus menjadi perhatian bagi kita semua, apalagi wilayah Konawe adalah lokasi lumbung pangan untuk Sulawesi Tenggara,” ujar Parlindungan saat dihubungi, Sabtu (22/6).

Berkaitan dengan ini, kata Parlindungan, langkah Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman patut diacungi jempol. Pasalnya, Menteri yang juga baru saja membawa kementan meraih WTP tiga kali berturut-turut ini langsung turun tangan ke lokasi bencana dengan membawa berbagai bantuan.

“Beliau selalu hadir saat terjadi bencana dimana saja. Jadi jangan dikaitkan dengan hal-hal lain, apalagi ke politik. Ini urusan kemanusian, semua pihak mempunyai hak dan kewajiban membantu sesama dalam kesulitan,” ujarnya.

Parlindungan mengatakan, sejauh ini reaksi Mentan Amran sangat sigap terhadap kondisi pertanian yang mengalami berbagai bencana. Amran terbjkti langsung terjun ke lokasi dan melihat kondisi pertanian yang tergenang oleh banjir bandang.

“Dia juga langsung mengirim bantuan benih padi, ternak, saprodi dan alat mesin pertanian suoaya setelah banjir selesai para petani bisa langsung mengolah dan bercocok tanam kembali,” katanya.

Ketua Komisi IV DPR RI Edy Prabowo dalam rapat kerja bersama Mentan Amran beberapa waktu lalu mengapresiasi kinerja Amran, utamanya dalam pengadaan benih, bibit dan distribusi Alat Mesin Pertanian (Alsintan).

“Apa yang dilakukan Mentan Amran harus kita apresiasi. Ke depan kita harus matangkan supaya ada keseimbangan antara alat tanam dan alat panen,” ujar Edy beberapa saat Raker bersama Mentan Amran beberapa waktu lalu.

Apresiasi berikutnya juga datang dari Fraksi Partai Demokrat, Michael Wattimena. Kata dia, kerja keras Amran selama bersentuhan dengan petani harus menjadi titik balik bangkitnya pertanian Indonesia. Michael sangat yakin, bahwa kerja keras Amran dilakukan dengan cara yang panjang.

“Setahu saya, pak menteri ini hanya tidur 3 jam dalam sehari. Kalau menterinya saja tidur cuma 3 jam, berarti eselon satunya tidur 2 jam. Artinya apa, kita bisa melihat bahwa jajaran Kementan betul-betul fokus dalam membangun pertanian Indonesia,” tukasnya.

Laporan: Adi

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.