BannerDepan

Serap 7663 Pekerja Lokal, PT VDNI Berikan Dampak Positif di Kehidupan Masyarakat

Konawe, Sultrapost.ID – Sejak resmi berdiri Agustus 2014 silam, dan diresmikan Februari 2019 Mega Industri PT Virtue Dragon Nikel Industry (VDNI) telah merekrut ribuan tenaga kerja lokal.

Banyak warga sekitar perusahaan yang dipekerjakan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhada lingkungan lingkar tambang PT VDNI, di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra.

Sampai saat ini tenaga lokal yang bekerja pada pabrik pemurnian nickel (Smelter) itu telah mencapai 7663 dimana perekrutan tenaga kerja tersebut dimulai Januari 2015 yaitu pada awal pembangunan PT VDNI hingga saat ini. Dimana komposisi tenaga kerja Indonesia di dominasi warga diwilayah perusahaan yaitu Konawe dengan presentase sebesar 90 persen warga Konawe dan 10 persen warga diluar Konawe.

Tenaga kerja tersebut terbagi pada dua perusahaan yaitu PT VDNI pekerja dan PT Opsidian Stainless Stell (OSS) . Dan tenaga kerja tersebut akan terus bertambah, mengingat pembangunan pada PT VDNI dan PT OSS akan terus berlanjut.

Masyarakat sekitar PT VDNI di Konawe khususnya di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Morosi, Kecamatan Bondoala dan Kecamatan Kapoiala telah menerima banyak manfaat, dimana telah ada 2563 warga tiga kecamatan tersebut telah bekerja di mega industry tersebut. Dan sangat menerima dampak keberadaan PT VDNI, dimana sebelumnya mereka hanya bekerja sebagai kuli bangunan, buruh petani bahkan tak punya sama sekali pekerjaan kini telah mendapatkan penghasilan yang tetap karena sudah bekerja sebagai karyawan PT VDNI dan PT OSS.

Salah satu masyarakat yang mendapatkan manfaatnya adalah Sardin (28) warga Desa Purui, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sultra. Dirinya tidak menyangka bisa masuk dan bekerja di dalam perusahan PT VDNI, padahal dirinya minim mengenyam dunia pendidikan. Sardin mengaku dirinya memiliki ijasah Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Pernah ada terlintas dipikiran saya, bisakah saya diterima masuk kerja,” kata Sardin, akhir pekan kemarin.

Ia pun nekad memasukan lamaran kerjanya, hingga dirinya mendapat panggilan untuk bekerja dan ditempatkan di divisi keamanan. “Saya ditempatkan di divisi kemanan perusahaan,” ujarnya.

Sejak saat itu, Sardin pun bekerja tepatnya pada tahun 2016 silam, walau tanpa pengalaman dan minimnya pendidikan, ia tetap berusaha menyesuaikan pola kerja seperti yang ditekankan oleh perusahaan. Dulunya, Sardin mengaku hidupnya tidak beraturan, pekerjaan tidak menentu dan penghasilanpun jauh dari kata mencukupi kebutuhan keluarga kecilnya.

“Saya sudah berkeluarga dan punya satu anak, dulu itu kita hidup sangat pas-pasan bahkan kurang, dan tempat tinggal saja masih numpang sama orang tua dan mertua,” katanya.

Terkadang di saat malam hari, Sardin dan rekannya selalu mengkonsumsi minuman keras hingga mempegaruhi mereka untuk melakukan tindakan kriminal. “Dulu biasa memalak warga. Terkadang juga terlintas penyesalan kenapa saya melakukan itu,” ungkapnya.

Untungnya, Sardin bisa berhijrah. Dengan diterimanya bekerja di PT VDNI, kehidupannya berangsur membaik, saat ini sudah memiliki rumah sendiri dan penghasilan yang mencukupi untuk kebutuhan keluarganya.

“Sekarang sudah tidak numpang tinggal dengan orang tua atau mertua. Sudah ada rumah sendiri,” ceritanya.

Ditempat yang sama, salah satu Ketua RT di Desa Purui, Martinus mengatakan saat ini sudah ada banyak warga yang Purui yang bekerja di PT VDNI. Proses perekrutan tenaga kerja berdasarkan yang ia tahu bahwa PT VDNI tidak terlalu memprioritaskan jenjang pendidikan.

“Di sana itu, yang penting mau kerja pasti perusahaan akan menerima apalagi warga lokal,” katanya.

Selain dirasakan manfaatnya oleh masyarakat juga manfaat keberadaan PT VDNI dirasakan oleh pihak Kepolisian setempat. Aiptu Lim Lim, anggota Polsek Bondoala yang telah bertugas di kawasan PT VDNI selama 15 tahun jauh sebelum PT VDNI hadir di Kecamatan Morosi. Dimana dulunya wilayah Morosi sangat terkenal dengan tindak kriminal yaitu pemalakan.

” Anak-anak disini dulu kalau sudah mabuk mereka pergi hadang orang diperempatan, minta uangnya kalau tidak dikasih mereka pukul. Kan itu menjadi rutinitas mereka sehari-hari dan kami Kepolisian pasti sangat direpotkan,” katanya.

Hal itu terjadi karena tidak adanya pekerjaan mereka yang menetap, namun setelah adanya PT VDNI merekrut masyarakat, tindakan kriminal tersebutpun hilang dengan sendirinya karena para pelaku disibukkan dengan pekerjaanya di PT VDNI.

“Allhamdulillah, mereka semua sudah disibukkan dengan kerjaan mereka, karena bila mereka masih seperti dulu pasti pekerjaan mereka yang jelas itu akan terganggu. Contohnya Sardin dulu dia nakalnya minta ampun dan menjadi langganan kami Kepolisian, tapi setelah bekerja di PT VDNI sudah berubah tak seperti dulu lagi,” tutupnya.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.