BannerDepan

Soal Dugaan Pelanggaran PT PLM, LMC Nilai Inspektur Tambang dan Kepolisian Lemah

Kendari, Sultrapost.ID – Law Mining Center (LMC) menilai mulusnya berbagai dugaan oelanggaran yang di lakukan oleh PT Panca Logam Makmur (PLM) tidak.luput dari lemahnya pengawasan Inspektur Tambang serta Kepolisian.

“Akhir-akhir ini sangat banyak perusahaan tambang bermasalah, mulai dari rentetan tambang bermasalah di Mandiodo hingga yang terjadi di PT PLM penambangan emas tanpa RKAB, ini tentunya tidak luput dari lemahnya pengawasan Inspektur Tambang di Sultra serta kepolisian,” ungkap Direktur Eksekutif LMC, Julianto Jaya Perdana, Senin 8 Juli 2024.

Kata dia, selain RKAB, imbas lain dari lemahnya pengawasan Inspektur Tambang, berapa kasus kecelakaan kerja sangat mudah di tutupi oleh PT PLM.

“Imbasnya kasus yang di tutupi PT PLM terkait kecelakaan kerja di wilayah izinya tersebut. Mengapa kemudian, karna operasinya sembunyi dan tidak menerapkan good mining practice dalam melaksnakakn kegiatan penambanganya,” bebernya.

Lanjutnya, tidak hanya Inspektur Tambang, lemahnya pengawasan juga ada ditubuh kepolisian. Mereka menganggap aparat penegak hukum tidak serius dalam menangani pelaku ilegal mining di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT PLM yang berada di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana.

“Penagkapan para pelaku penambagan emas ilegal yang baru-baru ini di lakukan oleh Polres Bombana adalah bukti aktivitas ilegal mining di lokasi PLM masih kerap terjadi,” ucapnya.

Dirinya menduga penindakan tersebut hanya akan Kandas ditengah Jalan. Pasalnya jika Polres Bombana serius melakukan penindakan tentunya tak ada lagi kegiatan-kegiatan Illegal diwilayah PT PLM, dan menurut LMC Polres Bombana harus menghentikan seluruh aktifitas PT PLM secara keseluruhan.

“Kenapa masih ada penambangan Illegal diwilayah PT PLM? itu karena pihak Kepolisian khususnya Polres Bombana tidak serius menangani kasus tersebut,” katanya.

“Saya mau tanya kepada pihak Polres Bombana dan secara keseluruhan Polda Sultra berapa banyak kasus penambangan Illegal di Kecamatan Rarowatu khususnya diwilayah IUP PT PLM? dan sudah berapa kasus yang lanjut proses hukumnya hingga dipengadilan? Kalau bisa buka-bukaan saja,” tambahnya.

Lebih lanjut Julianto menegaskan, kepada pihak Polres Bombana yang dipimpin oleh AKBP Rony Syahendra, apakah jajarannya bisa menjamin penangkapan yang baru-baru ini dilakukan bisa dilanjutkan proses hukum.

“Atau nasibnya sama dengan penangkapan-penankapan sebelumnya. Dan apakah pihak Polres Bombana akan menelusuri keterlibatan pihak Manajemen PT PLM karena kami menduga semua kegiatan Illegal diwilayah IUP PT PLM diketahui oleh Manajemen PT PLM,” tegasnya.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.