BannerDepan

Soal Insentif Nakes, Heryanto Bakal Surati Bupati Kolut

Bombana, Sultrapost.ID – Ketua DPW PPNI Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Heryanto, berencana bakal menyurati Bupati dan DPRD Kolaka Utara (Kolut).

Sikap itu diambil setelah mendengar kabar wacana pemberian insentif Tenaga Kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit Djafar Harun Kolaka Utara (Kolut), yang dinilai tidak sesuai.

“Dalam waktu dekat ini saya akan bersurat ke Bupati dan DPRD Kolut. Kasian para perawat yang telah mendedikasikan dirinya di rumah sakit itu. Dan kalau itu benar benar terjadi. Pihak rumah sakit berhasil mengeprank Nakes kita. Hal ini juga akan kita sampaikan ke PPNI Pusat agar diatensi secara khusus,” katanya.

Menurutnya, jika hal itu sempat terjadi pihak rumah sakit dapat dipastikan telah melanggar Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.O7lMenkesl4239l2021 tentang Pemberian lnsentif Dan Santunan Kematian Bagi Tenaga Kesehatan Yang Menangani Corona Virus Dlsease 2019 (COVID-19) yang dipertegas dengan Keputusan bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melalui surat edaran Menteri Kesehatan nomor 440/4046/SJ,nomor : HK.01.08/Menkes/930/2021.

“Nilai insentif yang mereka akan berikan itu sudah jelas tidak sesuai dengan Kepmenkes. Kita dengar, rencananya manajemen RS Djafar Harun Kolut bakal menerbitkan aturan besaran insentif Nakes sebeaar Rp2.500,000,” tutur Heryanto, Kamis 26 Agustus 2021.

Katanya, DPW PPNI Sultra juga telah mendapat informasi, jika pihak Nakes yang tidak menerima keputusan besaran insentif itu, maka akan di anggap hangus.

“Sangat tidak manusiawi, apalagi selama ini Nakes telah menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di rumah sakit tersebut. Ini jelas bahwa sangat mengintimidasi,” ungkap mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Bombana ini.

Laporan: Andri

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.