BannerDepan

Soal Pengaspalan Lumba Lumba, Kadis PUPR: Jika Bertentangan dengan Peraturan, Kita Akan Batalkan

Muna, Sultrapost.ID – Pengaspalan jalan Lumba Lumba, kecamatan Batalaiworu kabupaten Muna yang dilakukan melalui swakelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Muna melalui Bidang Bina Marga kini berbuntut panjang.

Pasalnya dalam pelaksanannya, pekerjaan yang menelan anggaran sebesar 700 juta rupiah dengan panjang 290 M itu, diduga menyalahi aturan.

Menanggapi hal itu Kadis PUPR, Edi Uga mengatakan, pihaknya akan berkonsultasi terlebih dahulu pada pihak Kejaksaan Muna selaku Tim Pengawal Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) untuk meminta pendapat hukum mengenai kegiatan tersebut.

“Jika itu bertentangan dengan peraturan atau mekanisme, kita akan batalkan”, kata Edi pada media ini, Kamis 21 Maret 2019.

Tambah dia, berhubung belum ada pencairan atas anggaran tersebut, pihaknya akan berkonsultasi dengan kejaksaan soal bagaimana tindak selanjutnya.

“Jika hasil konfirmasi dengan pihak kejaksaan bahwa kegiatan itu bertentangan dengan aturan, sudah pasti akan saya kali nol,” pungkasnya.

Sebelumnya, Nur Arduk pimpinan LSM Gerak Sultra, menyoroti pekerjaan tersebut. Dia menilai bahwa dinas PUPR Muna diduga telah melanggar Perturan Presiden (Perpres) nomor 16 tahun 2018, yang diatur khusus dalam peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan barang/jasa Pemerintah (LKPP) Republik Indonesia (RI) nomor 8 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa.

Menurutnya, sesuai Perpres tersebut, syarat barang/jasa yang bisa melalalui swakelola adalah barang/jasa yang dilihat dari segi nilai dan/atau sifatnya tidak diminati dan medan yang sulit dijangkau oleh pelaku usaha, semisal pemeliharaan rutin dalam skala kecil dan sederhana dan pengadaan barang/jasa lokasi terpencil/pulau terluar, dan lain lain.

“Pelaksanaan pengerjaan pengaspalan tersebut termasuk kegiatan dengan anggaran besar yang tak boleh diswakelolakan karena tidak masuk sebagai syarat swakelolah,” terang Arduk, Selasa 19 Maret 2019 lalu.

Penulis: Ison

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.