BannerDepan

Soal Persetujuan Pinjaman, Dewan Minta Pemkab Tidak Merubah Alokasi Kegiatan

Muna, Sultrapost.ID – Setelah disetujuinya rencana pinjaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna sebesar 96 M di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui rapat paripurna. Dewan mewanti wanti agar item kegiatan yang sudah disepakati untuk tidak diubah.

Beberapa Item kegiatan yang telah disepakati pada rapat gabungan bersama Pemkab kemarin, Kamis, 17 Januari 2019, atas rencana pinjaman itu, antara lain pembangunan pasar Laino, Rumah Sakit, pembangunan jaringan air di kecamatan Lohia dan Kontunaga, pengaspalan dan drinase dalam kota.

Sebagaimana diatur pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 30 tahun 2011. Pinjaman itu bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Haram hukumnya bilamana rincian kegiatan yang sudah disepakti dirubah dan kami selaku lembaga pengawas akan selalu mengawasi setiap proses tahapan pinjam tersebut ,”ujar Ketua DPRD Muna dr. La Ode Rajab Biku saat Rapat Paripurna pada hari ini, Jumat, 18 Januari 2019.

Ia berharap setelah disetujuinya rencana pinjaman tersebut, Pemkab bisa semaksimal mungkin berupaya agar pinjaman tidak gagal lagi, seperti apa yang sudah terjadi, batalnya rencana pnjaman pada Bank Jawa Tengah (Jateng).

Senada, Irwan dari fraksi Hati Nurani Rakyat (Hanura), juga menegaskan, alokasi kegiatan yang sudah disepakati tidak boleh lagi diubah ubah.

“Semoga apa yang sudah disepakati bisa dijalankan sesuai amanah dan bisa membawa kesejhateraan masyarakat kedepan,” harapnya.

Irwan menambahkan, terlepas dari harapan pinjaman itu dapat berjalan sesuai dengan tujuannya, Ia sangat menyayangkan atas tidak hadirnya Bupati Muna L.M Rusman Emba, pada saat rapat paripurna tersebut. Sebab menurutnya, rapat ini begitu penting karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

“Mestinya beliau (Bupati) hadir dalam acara ini, karena rapat ini menyangkut persoalan kebutuhan dasar masyarakat. Begitu juga mengenai kegiatan kegiatan, semoga bisa membawa kesejahteran masyarakat kedepan,” ucapnya.

Sementara itu Nurdin Pamone selaku yang diberi mandat mewakili Bupati Muna L.M Rusman Emba, optimis jika pinjaman itu tidak akan gagal lagi seperti tahun 2018. Karena, Pemkab telah membangun kesepakatan bersama Bank Sultra dengan jangka waktu pengembalian selama lima tahun dengan suku bunga sebesar 12 persen.

“Kita akan berusaha semaksimal mungkin dan juga akan melakukan negosiasi agar suku bunga bisa diturunkan sehingga tidak membebani APBD kita,” tukasnya.

Penulis: Ison

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.