Sopan Bombana Tetap Tolak Alfamidi Beroperasi

Bombana, Sultrapost.ID – Komunitas pedagang yang tergabung dalam Solidaritas Pedagang Anak Negeri (Sopan) Bombana rupanya tetap menolak masuk dan beroperasinya pasar modern (Alfamidi) di daerah setempat.

Pasalnya, Alfamidi dinilai dapat mengurangi penghasilan pedagang kecil, bahkan dapat mengakibatkan kios kecil gulung tikar (tutup).

Hal ini diungkapkan Presidium Sopan, Agustamin Saleko saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, Minggu 28 Juni 2020. Kata dia, penolakkan itu dilakukan karena saat ini telah dengan beroperasinya Indomaret di Bombana sangat menurun drastis penghasilan para pedagang kecil.

“Memang saat ini Alfamidi sama sekali belum beroperasi di Bombana. Akan tetapi, kita ambil contoh dengan masuknya Indomaret yang hampir setahun beroperasi sangat dirasakan dampak negatifnya oleh para pedagang kios,” katanya.

Terutama, lanjut dia, dari sisi penghasilan para pedagang menurun drastis bahkan mencapai 80 persen. Bahkan, saat ini banyak kios-kios yang tyerpaksa menggulung tikar atau tutup karena kala bersaing dengan masuknya pasar modern.

“Yang paling terasa efeknya itu ada di Ibu Kota Kabupaten yakni kios yang tepat berdampingan dengan Indomaret itu terpaksa harus tutup. Bahkan, toko yang menaungi para kios-kios pengecer yang berada di Bombana juga sangat menurun drastis penghasilannya,” ujarnya.

Olehnya itu, dirinya bersama para pedagang lainnya menegaskan untuk menolak keras masuknya Alfamidi yang rencananya akan membuka tujuh cabang di Bombana.

Menanggapi hal tersebut, pengurus Alfamidi, Fandi tidak bisa berkomentar banyak terkait aksi penolakan para pedagang. Sebab, kata dia, dirinya sama sekali tidak memiliki kewenangan untuk berkomentar.

“Saya tidak bisa berkomentar banyak pak soal itu karena bukan kewenangan saya,” singkatnya saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.