BannerDepan

Sudah Inkracht, 6 PNS Berstatus Koruptor di Bombana Belum di Laporkan ke KASN

Bombana, Sultrapost.id – Sanksi berupa pemecatan terhadap PNS yang berstatus koruptor di lingkup Pemda Bombana, yang sebentar lagi akan dilakukan seharusnya tidak hanya diberikan kepada dua orang PNS yakni, La Ifa dan Entang saja.

Sebab masih ada beberapa daftar nama PNS yang telah melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan berkekuatan hukum tetap (inkracht), yang belum dilaporkan oleh Badan Kepegawaian dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Bombana, ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), untuk dilakukan pemecatan.

Alasannya, pihak BKPSDM masih menunggu data pasti daftar nama PNS yang berstatus koruptor dari bagian Hukum Pemda.

“Terkait SKB 3 Menteri itu, kita akan serahkan nama-nama PNS terpidana korupsi itu. Tapi kita masih menunggu, data resminya. Jika sudah ada secara keseluruhan maka kita akan serahkan ke KASN,” jelas Kepala BKPSDM Bombana, Rusman Idja saat di temui diruangannya, Selasa 25 September 2018.

Dirinya bahkan mengaku telah menyusun nama-nama PNS yang berstatus koruptor itu. Hanya tinggal menunggu data resmi dari bagian hukum.

Ditempat terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bombana, Baharuddin yang ditemui diruangan kerjanyanya menyebutkan, ada 6 orang oknum PNS yang enggan disebutkan namanya merupakan pelaku Tipikor yang telah inkracht di pengadilan.

“Kalau data kami pasti ada, karena perkara yang ada itu kami regis. Namun data tahun berapa dulu, karena kami mulai beroperasi itu sejak Januari 2017. Kalau dari Januari 2017 sampai hari ini itu sudah ada 6 orang PNS yang sudah inkracht,” ungkapnya.

Lanjut dia, pihaknya siap memberikan data PNS terpidana korupsi tersebut ke Pemda Bombana apa bila dibutuhkan. Akan tetapi sampai hari ini pihaknya belum menerima permohonan nama tersebut.

“Nama-nama PNS terpidana korupsi itu ada, akan tetapi sampai hari ini kita belum dimintai. Jika dimintai kami siap membantu untuk menyerahkan nama-nama itu,” pungkasnya.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.