SYLVA  Indonesia Tantang Kepolisian Segel PT MD dan MLP Jika Berani

Kendari, Sultrapost.ID – Penyegelan alat berat milik enam Kontraktor Mining PT Bososi Pratama beberapa waktu lalu, semakin membuktikan maraknya penambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin yang di lakukan oleh perusahan tambang di Konawe Uatara (Konut).

Sayangnya, tidakan tegas dari kepolisian hanya berlaku pada perusahan tertentu saja, sedangkan beberapa perusahan yang di duga menambang di areal kawasan hutan lindung masih dibiarkan.

Salah satu perusahan yakni PT Masempo Dalle bersama kontraktor miningnya yaitu PT Makmur Lestari Primatama (MLP) yang juga hingga kini masih melakukan aktivitas penambangannya di dalam areal kawasan hutan yang di duga tidak mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH)

Sekjen SYLVA Indonesia, Ardiansyah Husen mengatakan, jika pihak kepolisian benar-benar menegakan supremasi hukum, maka PT MD dan MLP seharusnya juga di segel.

“Jika Mabes Polri dan Polda Sultra berani, coba lakukan penyegelan terhadap PT MD dan MLP. Karena sampai sekarang perusahaan itu masih beraktivitas di areal kawasan hutan, padahal dugaannya jelas sekali mereka belum mengantongi IPPKH,” ungkapnya, Sabtu 4 April 2020.

Menurutnya, jika aktivitas penambangan di areal kawasan hutan terus di lakukan maka akan berdampak negatif terhadap lingkungan. Apalagi Konut merupakan daerah yang pernah mengalami bencana banjir besar.

“Jika memang benar-benar ingin menegakan supremasi hukum dan melindungi lingkungan serta masyarakat, kepolisian jangan hanya beri tindakan ke satu perusahaan saja, coba PT MD dan MLP juga kalau berani,” tutupnya.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.