SYLVA se-Indonesia Minta Polri dan KLHK Segera Tangkap Pelaku Penganiayaan dan Tambang Perusak Hutan

Kendari, Sultrapost.ID – Insiden penganiayaan terhadap mahasiswa kehutanan UHO, pada kamis 2 Januari 2020 lalu yang menyebabkan Muhammad Iksan mengalami luka di kepala akibat di tebas oleh orang tak di kenal mendapat reaksi dari Pengurus Cabang (PC) SYLVA Indonesia.

Melalui Lokakarya Nasional yang berlangsung di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Bogor, Jawa Barat (Jabar), 4 sampai dengan 5 Januari 2020, seluruh PC SYLVA Indonesia di 32 Universitas se-Indonesia sepakat akan desak Polri serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI untuk segera mengusut dan kenagkap pelaku kasus penganiayaan dan dugaan pengrusakan kawasan hutan PT Masempo Dalle (MD), PT MLP dan ASKON.

SekjenYLVA Indonesia, Andriansyah Husen mengatakan peristiwa yang di alami Iksan adalah bukti betapa masif-nya kerusakan lingkungan dan kejahatan kehutanan yang di duga di lakukan PT Masempo Dalle (MD), PT MLP serta ASKON.

Tanda Tangan Petisi, PC SYLVA Indonesia di 32 Universitas se-Indonesia

“Semua tahu, siapapun tidak bisa menghalangi mahasiswa menyuarakan berbagai ketimpangan yang terjadi. Nah hanya dengan cara itulah yang bisa mereka gunakan untuk menakut-nakuti mahasiswa,” ungkapnya, Selasa 7 Januari 2020.

Kata dia, wilayah pertambangan ke tiga perusahan tersebut masuk dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) serta Hutan Lindung (HL). Tetapi dalam aktivitasnya, PT MD selaku pemilik tidak mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).

“Seharusnya ini menjadi tugas instansi terkait seperti lingkungan hidup dan kehutanan bahkan Kepolisian sekali pun. Tapi sampai sekarang pun tidak ada tindakan. Nah ini bukti betapa masif-nya kejahatan yang mereka lakukan. Jangan-jangan sudah masuk angin semua, sehingga mereka semakin merajalela,” ujarnya.

Untuk itu lanjutnya, Forum Pengurus Pusat (FPB) SYLVA Indonesia serta seluruh PC SYLVA di 32 Universitas yang ada meminta kepada Polri serta KLHK RI untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan di Kendari serta menghentikan dan menangkap pimpinan ketiga perusahan yang diduga melakukan kerusakan di kawasan hutan.

“Naskah kesepakatan yang telah di tanda tangani oleh 32 PC akan kami bawa ke KLHK RI, disana kami akan desak agar segera menghentikan dan mencabut IUP PT MD serta dua perusahan lainnya. Dan kami juga akan desak Polri segera menangkap pelaku dan otak di balik penganiayaan kader SYLVA,” tegasnya.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.