BannerDepan

Tak Ada Sanksi, Jetty II PT Cinta Jaya Malah di Beri Izin

 

Kendari, Sultrapost.ID – Andiansyah Husen menilai pelaksanaan undang-undang nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, rupanya tak mampu menjerat pelaku usaha pertambangan yang sangat jelas melakukan pelanggaran.

Dirinya menyebutkan, salah satu contoh adalah Jetty II milik PT Cinta Jaya di Desa Mandiodo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut). Jetty milik perusahaan tambang tersebut pernah beroperasi meski pun di ketahui saat itu belum mengantongi izin dari Kemeenterian Perhubungan (Kemnhub) RI.

Kata dia, bukti adanya pelanggaran yang di lakukan oleh PT Cinta Jaya itu di perkuat dengan di terbitkannya surat pemberhentian aktivitas operasi dengan nomor UM.003/02/VII/UPP.Mlw-22 tertanggal 02 Agustus 2022, oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Molawe.

“Tidak hanya itu, KUPP Molawe bahkan memasang plang tanda larangan beraktivitas di Jetty II PT Cinta Jaya saat itu. Tapi masih tetap beroperasi juga,” ungkapnya, Jumat 14 April 2023.

Anehnya, tak ada sanksi yang di berikan oleh PT Cinta Jaya atas pelanggaran pelayaran yang di lakukannya. Perusahaan tersebut justru semakin leluasa melakukan aktivitasnya bahkan Kementerian Perhubungan menerbitkan izin operasional Jetty II perusahaan tersebut.

“Aneh, sanksi tidak di berikan, justru izinnya malah di terbitkan. Padahal seharusnya menjadi bahan pertimbangan Kemenhub terhadap perusahaan yang melakukan pelanggaran untuk tidak menerbitkan izin. Lucunya, KUPP Molawe dengan bangganya menyampaikan di media, seolah pelanggaran yang pernah di lakukan itu di lupakan saja,” ucapnya.

Dijelaskannya, dalam undang-undang pelayaran sangat jelas di sampaikan bahwa setiap orang yang memanfaatkan garis pantai untuk membangun fasilitas atau melakukan kegiatan tambat kapal dan bongkar muat barang atau menaikkan dan menurunkan penumpang untuk kepentingan sendiri di luar kegiatan di pelabuhan, terminal khusus, dan terminal untuk kepentingan sendiri wajib memiliki izin.

“Nah sanksi pidana dan denda juga sangat jelas di sampaikan. Yang terjadi malah pelanggarannya tidak di tindak di biarkan begitu saja, Jetty-nya malah di kasi izin, kan aneh. Ini sama saja membukakan ruang bagi pengusaha untuk melakukan pelanggaran. Seolah menunjukan bahwa meski melanggar kamu tidak akan di sanksi. Belum lagi kita berbicara izin lingkungannya,” ujarnya.

Untuk itu dirinya meminta kepada Kemenhub, kepolisian serta KUPP Molawe agar menindak tegas pelanggaran yang di lakukan oleh PT Cinta Jaya.

“Saya akan presure persoalan ini. Meski sudah mengantongi izin namun pelanggaran yang pernah di lakukan harus tetap di proses,” tegasnya.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.