Tak Diberi Tumpangan Kapal Reguler, Pasien Asal Kabaena Terpaksa Gunakan Perahu Nelayan  

Bombana, Sultrapost.id – Perahu nelayan (Katinting) kini menjadi satu-satunya alat transportasi laut bagi Nurmayana (18), warga Desa Larolana, Kecamatan Kabaena Utara, agar dapat sampai ke RSUD Bombana, untuk mendapatkan perawatan medis.

Nurmayana, Pasien Asal Kabaena, Saat Hendak ke Ibu Kota Bombana Menggunakan Kapal Katinting. Foto: FB

Pasalnya, kapal penumpang (regular) yang kerap digunakan warga untuk melakukan penyebrangan dari Kabaena ke Kasipute, menolak untuk memberi tumpangan kepada pasien penderita Asma itu.

“Kami tidak diberi tumpangan oleh pemilik kapal, alasannya karena penumpangnya sudah penuh. Kami sempat berdebat, karena  kami yang mendaftar pertama tapi tetap tidak diberikan tempat,” ungkap Juharia (50) ibu kandung Nurmayana, saat ditemui di RSUD Bombana, Jumat 26 Oktober 2018.

Karena tidak mendapat tumpangan, Juharia pun terpaksa harus mengeluarkan uang sebesar Rp 2 Juta untuk menyewa katinting tersebut, demi kesehatan putrinya. “Demi keselamatan anak saya, ya terpaksa saya harus menyewa perahu nelayan sebesar Rp 2 Juta,” ucapnya.

Menyikapi hal tersbut, Anggota DPRD Bombana, Heryanto saat menemui pasien mengaku sangat menyesalkan kejadiian tersebut. Menurutnya, kapal-kapal regular di Kabaena tidak lagi mementingkan aspek sosial, melainkan hanya mengejar profit semata.

“Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Seharusnya penumpang yang sakit seperti ini lebih di prioritaskan. Dengan kejadian ini saya menduga kapal penumpang ini hanya mengejar profit saja, tanpa mementingkan aspek social,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Ketua DPW PPNI Sultra, pihaknya akan coba berkoordinasi dengan pihak Perhubungan, Syahbandar dan Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait persoalan tersebut.

“Nanti saya akan coba koordinasi ke Perhubungan dan Syahbandar agar persoalan seperti ini tidak terjadi lagi. Dan untuk Dinkes saya akan konfirmasi terkait Ambulance laut. Karena setahu saya ada Ambulance laut yang disiapkan di Kabaena. Kalau ternyata belum ada, nanti saya akan perjuangkan di APBD tahun depan agar Ambulance laut segera di adakan di kabaena,” pungkas Calon anggota DPRD Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ini.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.