Tak Terima Anaknya Dicupang, Warga Bombana Ini Lapor Polisi

Bombana, Sultrapost.Id – Tidak terima anaknya di cupang alias terdapat tanda berwarna merah dileher anak gadisnya yang berinisial AS (14), DA (Inisial), warga Bombana, terpaksa melaporkan FA (16) ke kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Lantari Jaya, atas dugaan tindakan pencabulan.

Kapolsek Lantari Jaya, Ipda Abdul Kadir, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Katanya, FA telah diamankan oleh Polisi berdasarkan laporan Polisi nomor: LP/05/IX/2018/Sutra/Res Bombana/Sek Lantari Jaya, tanggal 11 September 2018.

“Berdasarkan laporan ibu korban, FA dijemput di kediamannya,” katanya, rabu 12 September 2018.

Dari keterangan ibu korban (DA, red), lanjut Ipda Abdul Kadir, peristiwa dugaan tindakan pencabulan yang melibatkan dua sejoli dibawah umur ini, terjadi pada senin malam, (9 September 2018) sekitar pukul 20.00 Wita disalah satu bangunan sekolah di kelurahan Aneka Marga kabupaten Bombana.

“Pelaku dan korban janjian pergi ke pasar malam di desa Marga Jaya. Sebelum sampai di pasar malam, keduanya singgah di sebuah sekolah di kelurahan Aneka Marga, dalam keadaan gelap gulita, pelaku dan korban memadu asmara sekitar 10 menitan. Tapi tidak sampai berhubungan badan layaknya suami-istri,” sambung dia.

Keesokan harinya, tambah Ipda Abdul Kadir, ibu korban melihat tanda merah di leher anak gadisnya. Curiga dengan hal yang menurutnya tak biasa itu, ibu korban pun bertanya pada anak gadisnya.

Merasa terdesak oleh pertanyaan ibunya, AS pun akhirnya mengaku kalau ia dipaksa untuk berciuman dan melakukan gerakan-gerakan seksual lainnya oleh FA, namun tidak sampai berhubungan badan layaknya suami istri.

“Saat ini pelaku sudah kita amankan, terkait pelaku dan korban yang masih dibawah umur akan diperlakukan sesuai dengan undang-undang perlindungan anak” pungkasnya.

Sumber: TribrataNewsPolresBombana.com

Editor: Leros

 

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.