Tamalaki Sultra Minta Kapolri Segera Copot Kapolda 

Kendari, Sultrapost.ID – Ketua Taman Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Tolaki (Tamalaki) Sultra, Alfian Anas minta Kapolri segera mencopot Kapolda Sultra dari jabatannya.

Permintaan itu di lakukan lantaran, Kapolda Sultra, Brigjen Pol, Merdisyam di anggap telah memberikan informasi salah kepada masyarakat.

“Kemarin sangat jelas dia menyampaikan bahwa puluhan TKA asal Cina itu bukan pendatang baru, melainkan TKA yang mengurus perpanjangan Visa di Jakarta. Tapi nyatanya mereka semua adalah pekerja asing yang baru yang baru tiba di Indonesia,” ucap Alfian Anas, Selasa 17 Maret 2020.

Sebagai pejabat tinggi di institusi kepolisian kata dia, Kapolda Sultra seharusnya lebih berhati-hati dalam memberikan informasi kepada masyarakat, terlebih lagi dengan kondisi negara yang tengah menghadapi masalah virus Corona.

“Situasi seperti ini, seharusnya dia tidak sembarang memberikn informasi. Sekarang nanti sudah ketahuan baru klarifikasi dengan berbagai pembenaran,” ungkapnya.

Sehingga itu ia meminta kepada Kapolri, agar segera mencopot Kapolda Sultra. Selain itu dirinya juga meminta kepada Pemerintah Provinsi dan DPRD Sultra untuk segera menghentikan sementara aktivitas PT VDNI dan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh TKA yang bekerja di pabrik pemurnian nickel tersebut.

“Pemerintah jangan hanya konfrensi pers saja, masyarakat butuh langkah nyata. Hentikan sementara aktivitas di PT VDNI dan periksa semua TKA-nya, agar masyarakat tenang,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolda Sultra sebelumnya telah melakukan klarifikasi terkait informasi yang dismapaikanya soal kedatangan 49 TKA melalui konferensi pers di Kantor Polda Sultra.

Dalam konferensi perss-nya, Merdisyam mengaku bahwa peryataan yang disampaikannya saat itu hanya bermaksud untuk meredam situasi yang mulai memanas akibat viralnya video kedatangan puluhan TKA tersebut di Bandara Halu Oleo pada Minggu malam.

“Kondisi malam itu sudah mulai memanas, masyarakat panik setelah melihat video yang beredar, terlebih lagi perekamnya mengatakan bahwa itu corona yang datang. Sehingga kami langsung mengambil langkah cepat untuk menenangkan masyarakat terhadap informasi yang beredar pada video itu,” terangnya.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.