Lima Tahun Berkarya, Dewan Periode 2014-2019 Tetapkan Puluhan Perda
BOMBANA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau disingkat DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah yang melaksanakan fungsi-fungsi pemerintah daerah
Jelang Masa Akhir Jabatan, DPRD Bombana Periode 2014-2019 Tetap Konsisten Kawal Pembangunan
BOMBANA – Masa Bhakti anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana periode 2014-2019 akan berakhir pada bulan

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, DPRD Bombana Dukung Pengembangan Sektor Pariwisata

0
Suasana Rapat DPRD Bombana dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah.
Kanan Atas: Ketua DPRD Bombana Andi Firman, SE.M.Si, Kiri Atas: Wakil Ketua I DPRD Bombana Drs. Ahmad Mujahid, Kanan Bawah: Wakil Ketua II DPRD Bombana Amiadin SH, Kiri Bawah: Sekretaris Dewan Drs. Alimuddin.

Bombana, Sultrapost.Id – Sektor Pariwisata menjadi sektor primadona pada setiap daerah berkembang. Sektor ini dinilai strategis mengatrol sektor ekonomi lainnya. Pasalnya, destinasi wisata akan memantik pertumbuhan ekonomi kreatif, Usaha Kecil Menengah, hiburan, kuliner dan usaha jasa lainnya.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengapresiasi upaya pemerintah daerah Kabupaten Bombana dalam mengembangkan destinasi wisata di daerah itu.

Secara umum, Bombana memiliki sejumlah tempat wisata bahari dan budaya yang layak jual. Diantaranya, pulau Sagori Kabaena, tangkeno negeri di awan, dan benteng tuntuntari. Baru baru ini Pemda Bombana mendorong pengembangan destinasi wisata Pulau Kondo di wilayah Poleang, dan wisata air panas di Desa Tahi Ite.

Ketua DPRD Bombana Andi Firman mengatakan, Pemkab Bombana telah serius mengembangkan aspek wisata di daerah itu. Meski dilakukan secara bertahap, dewan pun tidak akan tinggal diam melalui dukungan inovasi yang diperoleh dari proses kajian antar daerah (KAD) dan upaya memudahkan Pemda setempat dalam upaya meningkatkan pembangunan destinasi wisata.

“Saya cukup terkesima melihat upaya pemkab yang telah menggandeng beberapa instansi baik di lingkup daerah Bombana maupun instansi vertikal. Untuk kali pertama saya merasakan langsung nuansa indah dan nyaman saat datang ke Pulau Kondo yang ada di desa Ranokomea, Poleang Barat dan saya akui usaha pemda sangat luar biasa,” ungkap Andi Firman di Rumbia belum lama ini.

Bupati Bombana H Tafdil, saat membawakan sambutan diacara launching Destinasi Wisata Mandiri Pulau Kondo, Kecamatan Poleang Barat.

Andi Firman mengaku, Pulau Kondo sangat elok. Destinasi ini mengintegrasikan tiga komponen destinasi yakni Pulau Kondo, Danau Laponu Konu, dan Taman Teknologi Pertanian (TTP). Andi Firman optimis, destinasi wisata ini dapat menyulut peningkatan pendapatan masyarakat, maupun peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Politikus partai Amanat Nasional Bombana ini menambahkan, pihaknya mengharapkan dukungan semua pihak dalam pengembangan destinasi wisata di Bombana sehingga bisa memberi kepuasan kepada wisatawan melalui. Mengutip arahan kementrian pariwisata, Andi Firman menyebut tujuh unsur yang harus dipertahankan, yakni keamanan, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.

“Ketika kita berhasil menerapkan ketujuh unsur ini maka destinasi wisata ini akan jadi andalan kita semua,” ujarnya.

Tak hanya mengapresiasi soal destinasi wisata, Andi Firman bahkan mengagumi upaya pemkab melibatkan masyarakat dalam beberapa kelompok hingga tersedia beberapa produk kuliner yang khas, serta upaya memberi keelokan yang bernilai sapta pesona di pulau itu.

“Bukan hanya soal Pulau Kondo saja, wisata air panas di Desa Tahi Ite juga memilki ciri khas yang akan memuaskan para penikmat wisata. Begitupula dengan desa wisata Tangkeno yang menyimpan sejuta daya tarik bagi pengunjung,” katanya.

Wakil Bupati Bombana Johan Salim (kiri) dan Unsur Pimpinan DPRD Bombana.

Andi Firman tak sekedar fokus membahas tiga sektor tesebut. Ia juga mengharapkan upaya Pemda Bombana umtuk mengorbitkan beberapa tempat yang berpotensi menjadi destinasi wisata di daerah itu.

“Ada Pulau Sagori, ada Pulau Tambako dan masih banyak di daerah ini yang berpotensi dijadikan tempat masyarakat untuk liburan akhir pekan yang pada akhirnya meningkatkan PAD kita,” ucapnya.

Sebelumnya Bupati Bombana H Tafdil juga menegaskan bahwa sektor pariwisata Kabupaten Bombana harus menjadi sektor strategis untuk mendorong pertumbuhan sektor lain.

Melalui Kepala Dinas Parawisata Kabupaten Bombana Siti Janaria mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus mengembangkan sejumlah destinasi wisata. Seperti destinasi wisata bahari Pulau Kondo di Desa Ranokomea Kecamatan Poleang Barat. Selain pulau kondo, ada juga Danau Laponu konu, dan Taman Teknologi Pertanian (TTP) untuk agrowisata.

Sektor pariwisata Kabupaten Bombana menjadi sektor strategis untuk mendorong pertumbuhan sektor lain.

Desa Tangkeno Wisata (Negeri di Awan) di Pulau Kabaena Kabupaten Bombana.

Kepala Dinas Parawisata Kabupaten Bombana Siti Janaria mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus mengembangkan sejumlah destinasi wisata. Seperti destinasi wisata bahari Pulau Kondo di Desa Ranokomea Kecamatan Poleang Barat. Selain pulau kondo, ada juga Danau Laponu konu, dan Taman Teknologi Pertanian (TTP) untuk agrowisata.

“Pengembangan destinasi pariwisata ini diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat lokal,” kata Janaria, 6 September 2018.

Menurut Janaria, pihaknya telah membentuk sejumlah kelompok usaha mandiri seperti kelompok sadar wisata kuliner, kerajinan, fasilitas renang, pengelola air bersih, penyedia fasilitas wisata.

“Ini diharapkan menjadi usaha masyarakat untuk meningjatkan ekonominya,” ucap Janariah.

Konsepya lanjut Janariah, adalah Destinasi Wisata Mandiri sebagai wahana berlibur bersama keluarga dengan daya tarik tersendiri.

Konsep ini kata dia, sudah dilaunching oleh Bupati Bombana di pulau Kondo belum lama ini, sebagai perhatian serius Pemda dalam mendorong kemandirian ekonomi melalui pariwisata untuk mengentaskan kemiskinan (Gembira Taskin).

Ia mengungkapkan bahwa masyarakat setempat termasuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sangat mendukung program Deswita mandiri ini.

“Saya sangat harap desatinasi wisata itu bisa menjadi destinasi percontohan secara keseluruhan di Bombana,” tutupnya. (Pariwara/Adv)