BannerDepan

WALHI Laporkan PT WIN ke Gakkum KLHK, Terkait Dugaan Pengrusakan Lingkungan dan Mangrove

Kendari, Sultrapost.ID – Polemik aktivitas penambangan PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di pemukiman masyarakat di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) kini berbuntut panjang.

Dugaan pelanggaran lingkungan yang di lakukan perusahan tambang tersebut kini di laporkan ke Penegakkan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) Jakarta, oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin 16 Oktober 2023.

Direktur Eksekutif WALHI Sultra, Andi Rahman saat di konfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah melaporkan dugaan pengrusakan lingkungan dan mangrove yang di lakukan PT WIN ke Gakkum KLHK.

“Salah satunya adalah dugaan pengrusakan mangrove di luar IUP PT WIN, penambangan di dekat pemukiman dan kerusakan sumber mata air masyarakat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” bebernya.

Kata dia, dasar hukum dan pertimbangan laporan dugaan tindak pidana tersebut adalah Undang-undang (UU) nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Dasar hukum pelaporan kami sebagai berikut, Pasal 98 dan Pasal 109 jo. Pasal 116 ayat (2),” ungkapnya.

Saat ini pihaknya sementara menunggu hasil pemeriksaan yang akan dilakukan oleh Gakkum KLHK, harapan kami kasus ini bisa di atensi dan di periksa sesuai dengan aturan perundangan-undangan yang ada.

“Kami juga minta agar PT WIN segera di periksa atas dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan, kemudian Gakkum segera merekomendasikan IUP PT WIN di cabut oleh ESDM, karena IUP tersebut masuk dalam kawasan pemukiman masyarakat dan telah melanggar UU,” pungkasnya.

Selain rekomendasi pencabutan IUP PT WIN dari Gakkum, WALHI juga berencana akan membuat rekomendasi pencabutan IUP perusahaan itu di ESDM RI.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.